Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London dalam sebuah upacara di Guildhall, London, pada Jumat, 16 Oktober 2026 waktu setempat. Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut mendapat pengakuan melalui tradisi sipil bersejarah yang telah berlangsung selama berabad-abad dan disambut sebagai “Citizen of London” setelah prosesi resmi berakhir. (Inilah.com, 2026).
Anies Baswedan Menerima Freedom of the City of London di Guildhall
Upacara pemberian penghargaan berlangsung di Guildhall, bangunan bersejarah yang menjadi pusat pemerintahan City of London selama berabad-abad. Prosesi tersebut mengikuti tradisi penerimaan Freedom of the City, yang memberikan status khusus kepada seseorang dalam kehidupan sipil kota tersebut.
Anies menerima penghargaan setelah melalui proses nominasi yang melibatkan Alderman Alastair King, mantan Lord Mayor of London, bersama Alderman Gregory Jones KC. Pada akhir upacara, pihak penyelenggara menyambut Anies sebagai “Citizen of London” sesuai tradisi penerimaan penerima Freedom. (Inilah.com, 2026).
Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan Anies dalam kegiatan publik dan hubungan internasional. Namun, penerimaan Freedom of the City of London perlu dipahami sesuai konteksnya sebagai pengakuan dalam tradisi sipil London, bukan sebagai pemberian kewarganegaraan Inggris.
Freedom of the City of London Memiliki Tradisi Sejak Abad ke-13
Freedom of the City of London merupakan tradisi sipil yang diperkirakan bermula pada 1237. Pada masa lalu, status tersebut memberikan hak kepada penerimanya untuk menjalankan perdagangan di London. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi seseorang terhadap kehidupan kota atau masyarakat. (City of London Corporation, 2026).
Masyarakat dari berbagai negara dapat memperoleh status tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Proses penerimaan melalui nominasi melibatkan pihak yang memenuhi persyaratan, sedangkan upacara resmi berlangsung di Chamberlain’s Court, Guildhall. Penerima kemudian memperoleh dokumen penghargaan dan sambutan sebagai “Citizen of London”. (City of London Corporation, 2026).
Beberapa hal penting mengenai Freedom of the City of London meliputi:
Sejarah panjang: Tradisi ini diperkirakan telah berlangsung sejak abad ke-13.
Penerima lintas negara: Mekanisme penerimaan terbuka bagi orang dari berbagai kewarganegaraan.
Upacara resmi: Prosesi berlangsung di Guildhall melalui tata cara yang telah ditetapkan.
Pengakuan sipil: Penghargaan ini dapat diberikan untuk mengakui kontribusi terhadap London atau kehidupan publik.
Penghargaan tersebut juga memiliki kategori Honorary Freedom, yang merupakan penghormatan tertinggi yang dapat diberikan City of London Corporation. Kategori itu berbeda dari mekanisme Freedom lainnya sehingga keduanya tidak dapat dianggap sebagai jenis penghargaan yang sepenuhnya sama. (City of London Corporation, 2026).
Anies Baswedan Disebut sebagai Penerima Pertama dari Indonesia
Laporan Kempalan.com menyebut Anies sebagai orang Indonesia pertama sekaligus tokoh Muslim kedua di dunia yang menerima The Freedom of the City of London. Klaim tersebut merupakan informasi yang dilaporkan media tersebut dan tidak tercantum dalam keterangan resmi City of London Corporation yang tersedia. (Kempalan.com, 2026).
Penerimaan penghargaan ini menambah catatan aktivitas internasional Anies Baswedan. Pembaca dapat mengikuti perkembangan tokoh publik Indonesia dan kabar hubungan internasional melalui artikel lain di Garap Media.
Garap Media juga menyajikan berita mengenai kebijakan publik, perkembangan sosial, serta peristiwa penting dari dalam dan luar negeri. Pembaca dapat menjelajahi artikel terkait untuk memperoleh konteks yang lebih luas mengenai berbagai isu aktual.
Referensi
