Anemia– Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah atau hemoglobin. Banyak orang menganggap anemia hanya sebagai “kurang darah biasa”, padahal anemia dapat mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi serius. Kekurangan darah juga dapat menjadi tanda penyakit kronis yang lebih berat jika tidak ditangani sejak awal. (NLBHI,2022)
Di Indonesia, anemia sering dialami oleh remaja putri, ibu hamil, dan pekerja yang memiliki pola makan tidak teratur. Kondisi ini bisa muncul secara perlahan hingga penderita tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang kekurangan oksigen.
Gejala Anemia yang Sering Diremehkan
Meskipun terlihat ringan, gejala ini bisa mengganggu aktivitas harian.
Gejala yang paling umum
- Mudah lelah
- Sering pusing
- Wajah dan telapak pucat
- Jantung berdebar
- Napas pendek
- Tangan dan kaki dingin
Gejala yang jarang disadari
- Gangguan konsentrasi
- Sering gelisah
- Sakit kepala berulang
- Rambut mudah rontok
Jika gejala ini muncul secara konsisten, kemungkinan besar tubuh mengalami kekurangan darah.
Penyebab dan Faktor Risiko Anemia yang Dapat Terjadi
Berbagai kondisi dapat memicu kekurangan darah:
1. Kekurangan zat besi
Penyebab paling umum, terutama pada:
- Remaja putri
- Ibu hamil
- Penderita menstruasi berat
2. Kekurangan vitamin B12 atau folat
Sering dialami oleh vegetarian ketat atau penderita gangguan penyerapan nutrisi.
3. Penyakit kronis
Kekuranngan darah dapat menjadi tanda penyakit seperti:
- Gagal ginjal
- Penyakit tiroid
- Kanker
- Gangguan autoimun
4. Kehilangan darah
Akibat cedera, operasi, atau gangguan pencernaan seperti maag kronis.]
Baca juga: GERD: Penyakit Sepele tapi Bisa Berbahaya – Garap Media
Jenis-Jenis Kekurangan Darah yang Paling Umum Menurut Medis
1. Anemia Defisiensi Besi
Jenis paling sering terjadi. Disebabkan oleh kurangnya zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
2. Anemia Megaloblastik
Disebabkan kekurangan vitamin B12 atau asam folat sehingga sel darah merah tumbuh tidak normal.
3. Anemia Hemolitik
Sel darah merah hancur terlalu cepat sehingga jumlahnya menurun.
4. Anemia Aplastik
Terjadi ketika sumsum tulang gagal memproduksi cukup sel darah.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyakit Ini?
Diagnosis penyakit ini biasanya melibatkan:
- Pemeriksaan darah lengkap (HB, hematokrit, MCV)
- Pemeriksaan kadar besi, ferritin, transferrin
- Pemeriksaan vitamin B12 dan folat
- Evaluasi fungsi ginjal
Cara Mengatasi Kurang Darah dengan Perubahan Gaya Hidup
1. Pola makan yang baik untuk kekurangan darah
- Daging merah
- Hati ayam
- Bayam, kale
- Kacang-kacangan
- Telur
- Buah kaya vitamin C
2. Kebiasaan harian untuk mengatasi kekurangan darah
- Tidur cukup
- Olahraga ringan
- Menghindari diet ekstrem
- Mengurangi konsumsi teh/kopi setelah makan
Pengobatan yang Umum Digunakan untuk Kekurangan Darah
- Suplemen zat besi
- Vitamin B12
- Asam folat
- Obat untuk penyakit penyerta (CKD, tiroid, autoimun)
- Transfusi darah pada kasus berat (WHO, 2025)
Kapan Harus ke Dokter Jika Mengalami Kekurangan Darah?
Cari bantuan medis ketika:
- Gejala semakin berat
- Sesak napas muncul
- Jantung berdebar kuat
- HB sangat rendah
- Tidak membaik setelah suplemen
Kesimpulan Anemia
Kekurangan darah bukan kondisi ringan. Kekurangan sel darah merah dapat memengaruhi produktivitas, kesehatan organ, hingga menyebabkan komplikasi serius pada ibu hamil atau penderita penyakit kronis. Dengan pola makan sehat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan yang tepat dapat dicegah dan dikendalikan sejak dini. Temukan artikel menarik lainnya seputar pola hidup sehat hanya di Garap Media
Referensi
NLBHI. 2022. What Is Anemia?. https://www.nhlbi.nih.gov/health
WHO. 2025. Anaemia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia
