Anak Kinestetik: Rahasia Gaya Belajar Aktif yang Jarang Disadari Orang Tua
Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Sebagian anak lebih efektif menyerap informasi melalui visual atau suara, namun ada pula yang membutuhkan keterlibatan fisik secara langsung. Anak dengan tipe ini dikenal sebagai anak kinestetik, yakni mereka yang belajar optimal lewat pergerakan tubuh, sentuhan, dan praktik nyata (Detik, 2023).
Pemahaman terhadap gaya belajar kinestetik penting bagi orang tua dan guru agar proses pendidikan tidak menimbulkan salah persepsi. Anak kinestetik kerap dianggap tidak bisa diam atau kurang fokus, padahal mereka hanya memerlukan metode belajar yang berbeda dari anak visual maupun auditori (Kompas, 2023).
Pengertian Anak Kinestetik
Definisi Gaya Belajar Anak Kinestetik
Anak kinestetik merupakan anak yang lebih mudah memahami pelajaran melalui aktivitas fisik, eksperimen, simulasi, serta praktik secara langsung dibanding hanya membaca atau mendengarkan penjelasan (Detik, 2023). Metode learning by doing menjadi pendekatan paling efektif bagi mereka.
IDN Times (2023) juga menjelaskan bahwa gaya belajar kinestetik mengandalkan gerakan dan pengalaman nyata sebagai media utama pembelajaran sehingga anak lebih terlibat secara emosional maupun motorik.
Ciri-ciri Anak Kinestetik
Berdasarkan rangkuman dari Kompas (2023) dan IDN Times (2023), berikut ciri khas anak kinestetik:
- Sulit duduk diam dalam waktu lama dan cenderung aktif bergerak.
- Senang mencoba langsung dibanding mendengarkan teori.
- Menyukai kegiatan fisik seperti olahraga, menari, eksperimen, atau permainan peran.
- Memiliki koordinasi motorik yang baik.
- Mudah memahami materi jika menggunakan alat peraga.
Potensi Anak Kinestetik Jika Didukung Tepat
Manfaat Gaya Belajar Kinestetik
Anak dengan gaya belajar kinestetik memiliki banyak keunggulan apabila mendapat dukungan yang sesuai. Kompas (2023) menyebut metode belajar aktif dapat meningkatkan fokus anak karena mereka terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran.
Selain itu, Morinaga Indonesia (2024) mengungkap bahwa aktivitas fisik membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus sekaligus mendukung perkembangan kognitif anak. Pengalaman praktik juga melatih kemampuan berpikir kritis serta penyelesaian masalah karena anak belajar melalui proses mencoba dan memperbaiki kesalahan.
IDN Times (2023) menambahkan bahwa pembelajaran aktif membantu anak menghubungkan materi dengan situasi nyata sehingga pengetahuan lebih mudah dipahami dan diingat.
Tantangan Anak Kinestetik
Namun, tanpa pendekatan yang tepat, anak kinestetik sering mengalami kesulitan belajar. Metode pembelajaran pasif yang mengharuskan anak duduk diam berjam‑jam membuat mereka mudah bosan dan tidak fokus. Hal inilah yang kerap menimbulkan label negatif seperti “tidak bisa diam” atau “susah diatur” (Kompas, 2023).
Cara Membantu Anak Kinestetik Berkembang Optimal
Strategi Belajar untuk Anak Kinestetik
Beberapa pendekatan yang direkomendasikan oleh Detik (2023) dan Morinaga Indonesia (2024) meliputi:
- Menggunakan alat peraga atau benda nyata saat menjelaskan materi.
- Mengajak anak belajar melalui eksperimen, permainan edukatif, dan proyek sederhana.
- Memberi waktu jeda agar anak dapat bergerak di sela‑sela belajar.
- Mengkombinasikan gerakan dengan hafalan atau membaca.
- Memanfaatkan aktivitas keseharian seperti memasak, merakit mainan, atau berkebun sebagai sarana belajar.
Peran Orang Tua dan Guru
Pentingnya kerja sama antara orang tua dan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah kinestetik. Anak perlu diberikan ruang berkarya dan kesempatan berekspresi secara fisik tanpa tekanan untuk selalu duduk diam.
Dengan pemahaman yang tepat, orang dewasa dapat membantu anak kinestetik membangun rasa percaya diri serta menikmati proses belajar.
Anak kinestetik bukanlah anak yang bermasalah, melainkan anak dengan gaya belajar unik yang membutuhkan pendekatan aktif dan praktis. Dengan dukungan yang sesuai, potensi akademik maupun kreativitas mereka dapat berkembang secara maksimal.
Untuk mendapatkan inspirasi parenting dan pendidikan lainnya, baca berita serta artikel terbaru hanya di Garap Media.
Referensi
