Akibat bermain handphone saat diinfus sering kali dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar bagi proses penyembuhan. Banyak pasien yang justru menghabiskan waktu berjam-jam dengan ponsel saat tubuhnya sedang membutuhkan istirahat total. Aktivitas ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.
Tidak hanya menyebabkan gangguan pada sistem tubuh yang sedang lemah, akibat bermain handphone berlebihan saat tubuh diinfus juga dapat memperburuk kondisi emosional pasien. Karena itu, penting untuk memahami apa saja bahaya yang ditimbulkan dan bagaimana sebaiknya penggunaan perangkat digital dikendalikan dalam kondisi sakit.
1. Risiko Kesehatan Fisik Akibat Bermain Handphone Saat Diinfus
Saat seseorang diinfus, tubuhnya berada dalam kondisi yang membutuhkan pemulihan. Penggunaan handphone dalam waktu lama berisiko menyebabkan beberapa masalah fisik, di antaranya:
- Tegangan pada otot dan sendi: Posisi tangan yang terus-menerus memegang ponsel bisa menyebabkan tegangnya otot, terutama pada lengan dan bahu. Hal ini memperlambat aliran darah dan bisa memperparah rasa sakit.
- Pergerakan jarum infus: Gerakan tangan yang tidak stabil bisa mengakibatkan jarum infus bergeser, menyebabkan pembengkakan, memar, atau bahkan infeksi.
- Kelelahan mata: Menatap layar terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan mata digital, memperburuk kondisi penderita yang seharusnya beristirahat penuh.
2. Dampak Mental dan Emosional dari Bermain Handphone Saat Diinfus
Akibat bermain handphone terus menerus juga berpengaruh pada kondisi mental dan emosional pasien yang sedang diinfus. Beberapa efek negatif yang bisa timbul antara lain:
- Stres dan kecemasan: Terlalu banyak mengakses informasi, terutama dari media sosial, bisa memicu stres yang tidak diperlukan selama masa pemulihan.
- Gangguan tidur: Cahaya biru dari layar handphone dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur siklus tidur. Ini bisa menyebabkan insomnia atau tidur tidak nyenyak.
- Ketergantungan digital: Pasien bisa mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dari perangkat, meski tubuhnya jelas membutuhkan istirahat total.
3. Hambatan Penyembuhan Akibat Bermain Handphone Saat Diinfus
Bermain handphone saat sedang diinfus secara terus-menerus juga dapat menghambat proses penyembuhan itu sendiri:
- Kurangnya fokus pada pemulihan: Waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat justru teralihkan untuk bermain handphone.
- Kurangnya komunikasi dengan tenaga medis: Pasien bisa jadi kurang responsif terhadap instruksi dokter atau perawat karena terlalu fokus pada layar.
- Respon tubuh menurun: Paparan sinar dari layar dan kelelahan otak akibat multitasking bisa memperlambat sistem imun dalam bekerja secara optimal.
Menggunakan handphone secara terus-menerus saat sedang diinfus bukan hanya membahayakan fisik, tetapi juga mental dan proses penyembuhan secara keseluruhan. Karena itu, penting untuk membatasi penggunaan perangkat ini dan lebih fokus pada pemulihan tubuh agar lekas sembuh.
Untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan edukasi seputar kesehatan, gaya hidup, dan fenomena sosial lainnya, jangan lupa baca berita lengkap hanya di Garap Media.
Referensi:
- Halodoc. “Waspadai Bahaya Main HP Saat Dirawat di Rumah Sakit.” https://www.halodoc.com
- Alodokter. “Efek Negatif Terlalu Lama Menatap Layar HP.” https://www.alodokter.com
