Air Badminton, Sensasi Baru di Luar Ruangan
Air Badminton kini hadir sebagai cabang olahraga baru yang memadukan semangat bulu tangkis dengan keseruan bermain di luar ruangan. Berbeda dengan bulu tangkis tradisional yang biasa dimainkan di dalam gedung, Air Badminton justru dirancang agar bisa dimainkan di pantai, taman, hingga jalanan terbuka. Dengan kok khusus bernama AirShuttle yang tahan angin, permainan ini menjadi inovasi segar dari Badminton World Federation (BWF) untuk menjangkau lebih banyak pecinta olahraga di berbagai tempat.
Apa Itu Air Badminton?
Air Badminton adalah varian dari bulu tangkis yang diluncurkan resmi oleh BWF pada Mei 2019. Tujuan utamanya adalah memperluas akses olahraga ini agar tidak terbatas di arena indoor. Kok biasa sulit digunakan di luar ruangan karena mudah terbawa angin, sedangkan AirShuttle didesain lebih berat (sekitar 8 gram) sehingga lintasannya stabil dan lebih awet.
Permainan ini tidak hanya sekadar menyalin bulu tangkis indoor ke luar ruangan. Ada sejumlah modifikasi aturan, lapangan, hingga format permainan yang membuatnya unik dan menantang.
Perbedaan Air Badminton dengan Bulu Tangkis Biasa
Lapangan dan Zona Mati
Lapangan Air Badminton berukuran 16 meter dengan lebar 5 meter (tunggal) atau 6 meter (ganda/tripel). Di depan net terdapat dead zone sepanjang 2 meter. Zona ini tidak boleh dimasuki shuttlecock saat servis maupun rally, sehingga permainan lebih mengutamakan rally tengah dan belakang lapangan.
Format Permainan
Air Badminton bisa dimainkan dalam tiga format:
- Singles (1 lawan 1)
- Doubles (2 lawan 2)
- Triples (3 lawan 3), format baru di mana setiap pemain dilarang memukul shuttlecock dua kali berturut-turut sehingga kerja sama tim lebih dominan.
Sistem Skor
Permainan menggunakan format best of five (lima game), dengan setiap game hanya sampai 11 poin. Untuk menang, pemain atau tim harus unggul 2 poin. Jika skor mencapai 12–12, pemenang ditentukan oleh poin berikutnya. Sistem ini membuat pertandingan berjalan cepat, intens, dan menegangkan.
Peralatan
Selain AirShuttle, pemain disarankan memakai raket bulu tangkis biasa dengan senar lebih tebal dan tegangan rendah (18–20 lbs). Hal ini untuk menambah daya tahan raket karena AirShuttle lebih berat dibanding kok tradisional.
Air Badminton di Ajang Internasional
Sejak diperkenalkan, Air Badminton langsung mendapat perhatian dunia. Pada tahun 2023, olahraga ini masuk dalam ANOC World Beach Games di Bali, menandai kiprahnya di panggung olahraga internasional. Nomor yang dipertandingkan meliputi Tripel Putra, Tripel Putri, Ganda Campuran, hingga Estafet Beregu Campuran.
Indonesia sebagai tuan rumah mendapat sorotan besar, karena bulu tangkis sudah lama menjadi olahraga populer di tanah air. Kehadiran Air Badminton semakin memperluas peluang anak muda untuk mengenal bulu tangkis dengan cara yang lebih kasual namun tetap kompetitif.
Tantangan dan Masa Depan Air Badminton
Walau menawarkan sensasi baru, Air Badminton juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketahanan AirShuttle yang menurut beberapa pemain masih mudah rusak. Harga kok yang lebih mahal dibanding shuttlecock biasa juga menjadi pertimbangan bagi pemain kasual.
Namun di sisi lain, banyak yang menganggap Air Badminton sebagai solusi untuk memperluas partisipasi olahraga. Dengan aturan sederhana, permainan bisa dilakukan di halaman rumah, lapangan desa, hingga pantai wisata. BWF sendiri optimis bahwa Air Badminton akan berkembang layaknya futsal yang lahir dari sepak bola.
Air Badminton bukan sekadar modifikasi bulu tangkis, melainkan inovasi besar untuk membuat olahraga ini lebih inklusif dan bisa dimainkan di mana saja. Dengan format baru, shuttlecock khusus, dan sistem skor yang seru, cabang ini diprediksi akan semakin populer di masa depan.
Tetap ikuti berita olahraga dan informasi menarik lainnya hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
