Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kembali menghadirkan fenomena baru yang memicu perbincangan publik. Kali ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu manusia, tetapi juga mampu bertindak sebagai pihak yang mempekerjakan manusia untuk melakukan tugas di dunia nyata.
Konsep tersebut mencuat setelah sejumlah media memberitakan platform bernama RentAHuman.ai, sebuah layanan yang memungkinkan agen AI menyewa manusia untuk menjalankan pekerjaan fisik yang tidak bisa dilakukan oleh sistem otomatis. Fenomena ini dinilai sebagai gambaran baru hubungan kerja di era digital.
Fenomena Sewa Manusia AI Menjadi Sorotan
Istilah sewa manusia AI merujuk pada mekanisme ketika agen kecerdasan buatan memanfaatkan platform digital untuk mencari dan mempekerjakan manusia. Model ini menjadi perhatian setelah diberitakan bahwa manusia dapat “disewa” dengan bayaran mulai dari Rp17.000-an per jam, tergantung jenis tugas yang dijalankan (CNBC Indonesia, 2026).
CNBC Indonesia melaporkan bahwa platform tersebut mempertemukan kebutuhan agen AI dengan ketersediaan tenaga manusia untuk tugas-tugas fisik. Fenomena ini dinilai unik karena membalik pola kerja konvensional, di mana biasanya manusia memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebaliknya.
Cara Kerja Platform RentAHuman.ai
Manusia Menyediakan Tubuh dan Waktu
Berdasarkan penjelasan resmi RentAHuman.ai, platform ini berfungsi sebagai “lapisan dunia fisik” bagi AI. Manusia yang mendaftar dapat menawarkan tubuh, waktu, dan keterampilan mereka untuk membantu AI menjalankan tugas yang membutuhkan kehadiran fisik (RentAHuman.ai, 2026).
Pengguna membuat profil berisi informasi lokasi, kemampuan, serta tarif kerja. Profil tersebut kemudian dapat diakses oleh agen AI yang membutuhkan bantuan di dunia nyata.
AI Bertindak sebagai Pemberi Tugas
Agen AI yang terhubung ke sistem RentAHuman.ai dapat memilih manusia sesuai kebutuhan tugas. Setelah tugas diberikan, manusia akan melaksanakannya dan mengirimkan hasil atau bukti pekerjaan. Sistem kemudian memproses pembayaran sesuai kesepakatan yang telah ditentukan (RentAHuman.ai, 2026).
Jenis Pekerjaan yang Ditawarkan
Platform sewa manusia AI umumnya memfasilitasi tugas-tugas sederhana namun membutuhkan kehadiran manusia secara langsung. Beberapa contoh pekerjaan yang disebutkan antara lain:
- Mengambil atau mengantarkan barang
- Menghadiri pertemuan secara fisik
- Melakukan pengecekan atau verifikasi lokasi
- Mengambil foto atau dokumentasi di tempat tertentu
Pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh AI secara mandiri, sehingga keberadaan manusia menjadi komponen penting dalam ekosistem tersebut.
Dampak terhadap Ekonomi Gig
Media internasional menilai kehadiran RentAHuman.ai sebagai inovasi baru dalam ekonomi gig. Platform ini membawa warna baru dalam dunia kerja fleksibel, karena AI kini dapat menjadi pihak yang secara aktif mencari dan mempekerjakan manusia untuk menyelesaikan tugas tertentu (NDTV Profit, 2026).
Namun, konsep ini juga memunculkan kekhawatiran terkait regulasi dan perlindungan tenaga kerja. Tanpa aturan yang jelas, hubungan kerja antara manusia dan agen AI berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun etika.
Sorotan Media Internasional
RentAHuman.ai dikembangkan oleh seorang pengembang kripto dan langsung menarik perhatian komunitas teknologi global. Platform ini memungkinkan agen AI menyewa manusia dan melakukan pembayaran secara digital, termasuk melalui aset kripto (Gadgets360, 2026).
Laporan tersebut menyebutkan bahwa meski terdengar futuristik, konsep ini menunjukkan keterbatasan AI saat ini yang masih membutuhkan peran manusia untuk menjalankan tugas fisik di dunia nyata.
Fenomena sewa manusia AI menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat menciptakan model kerja baru yang sebelumnya sulit dibayangkan. Hubungan antara manusia dan AI kini tidak lagi sebatas alat dan pengguna, tetapi mulai membentuk relasi kerja yang lebih kompleks.
Ke depan, diskusi mengenai regulasi, etika, dan perlindungan tenaga kerja akan menjadi hal penting seiring berkembangnya model kerja berbasis AI. Pembaca dapat mengikuti berita dan analisis teknologi lainnya melalui Garap Media.
Referensi
