Adaptasi Sistem Pencernaan Usai Lebaran, Prof. FKUI Sarankan Puasa Syawal

Last Updated: 25 March 2026, 13:36

Bagikan:

sistem pencernaan
Foto: Liputan6
Table of Contents

Adaptasi sistem pencernaan usai Lebaran menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, sistem pencernaan menghadapi masa peralihan dari kebiasaan puasa Ramadan sebulan penuh ke pola makan normal. Guna membantu proses adaptasi sistem pencernaan pasca Lebaran, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB menyarankan untuk menjalankan puasa Syawal.

“Perlu ada penyesuaian secara bertahap, baik dari sisi jumlah makanan, waktu makan, maupun pola istirahat. Jangan langsung berlebihan karena lambung memiliki keterbatasan dalam menerima asupan,” ujar Ari.

“Anjuran puasa Syawal dapat menjadi salah satu cara membantu transisi tubuh menuju pola makan normal,” tambahnya.

Risiko Sistem Pencernaan Usai Lebaran

Ari tak memungkiri, Lebaran identik dengan hidangan bersantan, berlemak, dan tinggi gula yang kerap memicu keluhan seperti perut kembung, begah, hingga nyeri ulu hati. Untuk itu, dia mengingatkan, jika muncul rasa tidak nyaman seperti mual atau nyeri di ulu hati, itu adalah sinyal untuk berhenti makan.

Konsumsi makanan tinggi lemak, santan, pedas, atau asam sebaiknya dibatasi, begitu pula minuman bersoda dan kopi berlebihan. Hal ini terutama penting bagi mereka yang selama Ramadan telah mengurangi asupan tersebut. Masyarakat dengan riwayat penyakit lambung, hipertensi, diabetes, maupun asam urat perlu lebih waspada, karena pola makan tidak terkontrol saat Lebaran dapat memicu kondisi akut.

“Selama Ramadan, banyak orang berhasil mengendalikan pola makan dan bahkan menurunkan berat badan. Namun, jika tidak dijaga, kondisi tersebut bisa kembali seperti semula hanya dalam waktu singkat,” jelasnya.

Langkah Antisipasi

Sebagai langkah antisipasi, sambungnya, masyarakat dianjurkan menyeimbangkan konsumsi makanan tinggi kalori dengan buah dan sayuran. Kandungan serat dapat membantu mengurangi penyerapan gula dan lemak, sehingga asupan kalori lebih terkendali.

Dalam kondisi darurat ringan seperti nyeri ulu hati atau mual, langkah awal yang dapat dilakukan adalah beristirahat dan menghindari makanan pemicu. Selain itu, mengonsumsi obat penetral asam lambung juga dianjurkan. Menyiapkan obat dasar selama libur Lebaran menjadi penting, mengingat akses layanan kesehatan di beberapa daerah terbatas.

Ari juga menekankan pentingnya disiplin mengonsumsi obat rutin bagi pengidap penyakit kronis. Aktivitas silaturahmi yang padat sering membuat pasien lupa minum obat, yang dapat berdampak pada memburuknya kondisi kesehatan.

“Lebaran adalah momen bahagia, namun kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan: boleh menikmati hidangan, tetapi perhatikan takarannya agar tetap terkontrol,” sarannya.

Penutup

Setelah Lebaran, tubuh perlu beradaptasi kembali dengan pola makan normal agar sistem pencernaan tetap nyaman dan sehat. Terapkan pola makan bertahap, perhatikan jumlah dan kualitas makanan, serta disiplin terhadap kebutuhan tubuh. Dengan begitu, hidangan Lebaran bisa dinikmati tanpa membebani lambung. Menjaga keseimbangan antara kenikmatan makanan dan kesehatan adalah kunci agar tubuh tetap prima dan momen kebersamaan tetap menyenangkan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, tips gaya hidup sehat, nutrisi, penyakit pencernaan, olahraga, pola makan, puasa, dan informasi kesehatan lainnya hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /