Meta Deskripsi: Aceh dalam aroma unggulan potensi kopi dan nilam. Penguatan kualitas petani dan inovasi branding mendorong dua komoditas ini menuju pasar global sebagai produk unggulan dunia.
Aceh dalam Aroma: Kopi dan Minyak Nilam sebagai Komoditas Unggulan yang Mendunia
Aceh dalam aroma—itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan dua komoditas unggulan asal Tanah Rencong: kopi Gayo dan minyak nilam Aceh. Provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekah ini tidak hanya kaya akan nilai budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui hasil bumi berkualitas tinggi.
Kopi maupun minyak nilam telah menjadi kebanggaan masyarakat lokal dan berhasil menembus pasar internasional. Keduanya memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan menjadi komoditas ekspor andalan Aceh. Dengan cita rasa khas dan aroma yang memikat, kopi Gayo dan minyak atsiri dari daun nilam kini dikenal luas di industri global, terutama dalam sektor minuman dan parfum.
Aceh memang sudah lama terkenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas. Dua varietas kopi utama yang banyak ditemukan di wilayah ini adalah kopi Robusta dan kopi Arabika. Kopi Robusta tumbuh luas di hampir seluruh penjuru Aceh, sementara kopi Arabika hanya tumbuh di dataran tinggi Gayo yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
Kopi Gayo, sebagai varietas kopi Arabika unggulan dari Aceh, telah mendapatkan pengakuan internasional dan tersedia di sejumlah kedai kopi ternama seperti Starbucks dan Coffee Bean sehingga berkembang pesat pula dengan budaya “Nongki” alias Nongkrong sambil minum Kopi.
Presiden Joko Widodo menegaskan dalam sambutan Gedung Anak Muda Aceh Unggul Hrbat (AMANAH) di Kompleks Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar yang dikutip dari laman Elshinta.com menyebutkan bahwa selain kopi, Aceh juga memiliki komoditas unggulan berkelas dunia yaitu minyak nilam. Jika sebelumnya nilam diekspor dalam bentuk dedaunan, kini produk tersebut telah diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti parfum.
“Sekarang minyak nilam Aceh sudah disuling dan dikemas menjadi parfum lokal dengan kualitas serta kemasan yang menarik,” ujar Presiden Jokowi pada sambutan tersebut.
Beliau juga menambahkan bahwa meskipun Aceh memiliki banyak komoditas unggulan, pemerintah daerah disarankan untuk fokus mengembangkan dua sektor utama, yakni kopi dan nilam, karena keduanya memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi daerah.
Banda Aceh, 6 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Atsiri Research Center (ARC-PUIPT USK) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan nilam Aceh sebagai komoditas unggulan nasional. Bagi ARC, nilam bukan sekadar tanaman penghasil minyak atsiri, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang menjadi simbol kebangkitan industri atsiri Indonesia.
Direktur ARC USK menyampaikan bahwa “Nilam bukan hanya daun dan minyak, tetapi juga jiwa dari rakyat Aceh dan Indonesia. Ini adalah bentuk manajemen pengetahuan dan inovasi berkelanjutan yang tumbuh dari semangat masyarakat.”
Selama tujuh tahun terakhir, USK melalui ARC dengan dukungan berbagai pihak — mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga media — telah melakukan riset mendalam, pengembangan inovasi, serta program pemberdayaan masyarakat (community development). Upaya tersebut telah melahirkan beragam produk turunan nilam Aceh yang bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global.
Puncak dari rangkaian perjalanan riset dan inovasi ini ditandai dengan pembukaan The 3rd International Conference on Patchouli and Essential Oil Research Innovation (IconPEORI) 2025 di Banda Aceh. Konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi antara peneliti, pelaku industri, dan komunitas atsiri untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi minyak atsiri dunia.
“Dari Aceh untuk Dunia”, nilam kini tidak hanya menjadi produk unggulan ekspor, tetapi juga ikon transformasi ekonomi berkelanjutan berbasis riset dan kearifan lokal. Baca juga: 5 Fakta mengejutkan tentang Matcha!
Menurut Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Aceh memiliki potensi luar biasa di sektor minyak nilam, namun selama ini komoditas unggulan tersebut masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan dukungan inovasi, riset, dan strategi branding yang kuat, nilam Aceh diyakini dapat naik kelas menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti parfum premium. Pengembangan parfum nilam Aceh diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai pusat inovasi minyak atsiri nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif dan industri wangi-wangian yang melibatkan masyarakat lokal.
Tiongkok, sebagai salah satu pasar konsumen terbesar di dunia, menawarkan peluang besar bagi peningkatan ekspor minyak nilam Indonesia. Permintaan tinggi terhadap bahan baku industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi menjadikan pasar Tiongkok sangat potensial untuk memperluas jangkauan produk minyak atsiri Indonesia, khususnya minyak nilam Aceh yang dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia.
Kopi dan nilam telah menjadi dua komoditas unggulan Aceh yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional. Melalui dukungan riset, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, keduanya berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan.
Dengan kualitas kopi yang mendunia dan minyak nilam yang diakui sebagai salah satu terbaik di dunia, Aceh memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar global. Ke depan, percepatan pengembangan industri hilir. Peningkatan kapasitas petani, serta strategi branding yang tepat akan menjadi kunci agar kopi dan nilam Aceh semakin pesat berkembang dan dikenal di seluruh dunia.
Referensi:
Aceh Institute. (t.t.). Kuphi dan rekonstruksi identitas masyarakat Aceh. Diakses pada 13 Oktober 2025, dari https://acehinstitute.org/pojok-publik/sosial-budaya/kuphi-dan-rekonstruksi-identitas-masyarakat-aceh.html
Elshinta News. (2024, 15 Oktober). Jokowi: Pemerintahan di Aceh harus fokus kembangkan kopi dan nilam. Diakses dari https://elshinta.com/news/351206/2024/10/15/jokowi-pemerintahan-di-aceh-harus-fokus-kembangkan-kopi-dan-nilam
Kompas.com. (2025, 28 Agustus). Dari kopi ke parfum, strategi Wali Kota Illiza Sa’aduddin angkat ekonomi Aceh. Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2025/08/28/152640278/dari-kopi-ke-parfum-strategi-wali-kota-illiza-saaduddin-angkat-ekonomi
Bidik Indonesia. (2025, 6 September). Pakar dari 5 negara bahas minyak nilam Aceh dalam IconPEORI 2025. Diakses dari https://bidikindonesia.com/pakar-dari-5-negara-bahas-minyak-nilam-aceh-dalam-iconpeori-2025/
Putera, M., Zulfan, Z., Wiguna, H. S., Fajri, M. I., Riady, M. A., & Newton, N. (2025). Penerapan sistem tumpang sari kopi robusta dan nilam sebagai upaya diversifikasi usaha tani di Desa Teuladan. Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 69–74.
