Garap Media – Di media sosial, muncul perdebatan yang semakin viral: sekolah itu scam. Narasi ini banyak diutarakan oleh sebagian Gen Z yang merasa sistem pendidikan formal tidak selalu menjamin masa depan.
Bagi mereka, sekolah sering dianggap hanya mengajarkan teori, sementara dunia nyata menuntut keterampilan yang berbeda. Akibatnya, banyak anak muda mulai mempertanyakan nilai sebenarnya dari pendidikan formal.
Pandangan ini semakin ramai dibahas di platform seperti TikTok dan X, di mana berbagai konten kreator membagikan pengalaman pribadi tentang pendidikan dan karier. Namun apakah benar pendidikan formal tidak lagi relevan?
Mengapa Narasi “Sekolah Itu Scam” Muncul?
Istilah sekolah itu scam sebenarnya bukan berarti pendidikan dianggap tidak penting. Sebaliknya, banyak Gen Z merasa sistem yang ada tidak selalu memberikan hasil yang sepadan dengan usaha yang mereka lakukan. Biaya pendidikan yang semakin tinggi menjadi salah satu faktor utama.
Menurut data dari World Bank, biaya pendidikan di banyak negara terus meningkat dalam dua dekade terakhir, sementara peluang kerja tidak selalu bertambah secara seimbang. Akibatnya, sebagian anak muda merasa bahwa pendidikan formal tidak otomatis membawa stabilitas ekonomi seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Dunia Kerja Berubah Lebih Cepat dari Sekolah
Perubahan teknologi juga memperkuat persepsi ini. Banyak profesi baru muncul dari sektor digital yang bahkan tidak diajarkan di sekolah atau universitas. Pekerjaan seperti content creator, digital marketer, atau pengembang startup sering kali lahir dari pengalaman praktis, bukan kurikulum akademik.
Media internasional seperti BBC melaporkan bahwa generasi muda kini lebih tertarik pada keterampilan praktis dibanding jalur pendidikan tradisional. Hal ini membuat sebagian orang merasa bahwa sistem pendidikan berjalan lebih lambat dibanding perubahan dunia kerja.
Privilege dan Realitas Kesempatan
Diskusi tentang sekolah itu scam juga sering dikaitkan dengan isu privilege. Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, koneksi sosial, atau peluang karier. Beberapa orang bisa sukses meski tidak mengikuti jalur pendidikan formal, tetapi hal itu sering kali dipengaruhi oleh faktor lain seperti jaringan, modal, atau lingkungan keluarga.
Menurut laporan dari OECD, latar belakang sosial dan ekonomi masih menjadi faktor besar yang memengaruhi peluang pendidikan dan karier seseorang. Artinya, perdebatan ini bukan hanya soal sekolah, tetapi juga tentang kesenjangan kesempatan.
Apakah Sekolah Masih Penting?
Meski kritik terhadap sistem pendidikan semakin kuat, banyak ahli menilai sekolah tetap memiliki peran penting. Pendidikan formal tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta pemahaman sosial.
Banyak universitas juga mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja modern dengan menambahkan kurikulum berbasis proyek, teknologi digital, dan kewirausahaan. Perubahan ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan sebenarnya sedang beradaptasi dengan realitas baru.
Penutup
Perdebatan tentang sekolah itu scam mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pendidikan dan masa depan.
Bagi sebagian Gen Z, sekolah bukan lagi satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Namun bagi banyak orang lainnya, pendidikan tetap menjadi fondasi penting untuk membangun karier dan kehidupan.
Di tengah perubahan dunia kerja yang sangat cepat, mungkin pertanyaan sebenarnya bukan apakah sekolah itu scam, tetapi bagaimana sistem pendidikan bisa lebih relevan dengan masa depan.
Sumber Referensi
World Bank https://www.worldbank.org/
