72 Siswa Keracunan MBG, Komisi IX DPR Desak SPPG Pondok Kelapa 2 Ditutup Permanen

Last Updated: 5 April 2026, 13:08

Bagikan:

keracunan mbg
Foto: Liputan6
Table of Contents

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris meminta, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit ditutup permanen setelah empat sekolah mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sanksi pembekuan sementara tidak cukup mengingat seriusnya dampak yang ditimbulkan.

“Sanksi berupa suspensi atau pembekuan sementara bagi SPPG Pondok Kelapa 2 sama sekali tidak cukup untuk menjawab seriusnya dampak yang ditimbulkan,” kata Charles.

Menurut Charles, SPPG yang lalai dan menyebabkan siswa keracunan harus ditutup permanen dan dicabut izin operasionalnya. Menurutnya hal ini harus menjadi standar penegakan bagi Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami menegaskan bahwa setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya, tanpa pengecualian. Kebijakan ini tidak boleh bersifat kasuistik atau terbatas pada satu kejadian saja, melainkan harus menjadi standar penegakan hukum dan pengawasan nasional,” ujar Charles.

“Penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus instrumen efek jera,” tambahnya.

Diketahui, 72 orang siswa dari empat sekolah diduga keracunan spageti menu MBG di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Para siswa tersebut tengah dirawat di tiga rumah sakit rujukan.

Minta Audit Total

Menurutnya, keracunan siswa menjadi bukti kegagalan dalam penerapan standar keamanan pangan, higiene sanitasi, serta pengawasan mutu (quality control) secara ketat dan konsisten. Dia menyebut sanksi penutupan permanen bisa menjadi peringatan bagi SPPG yang lain.

“Sanksi penutupan permanen harus menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara agar tidak bermain-main dengan keselamatan rakyat,” ujarnya.

Politikus PDIP itu juga meminta BGN melakukan audit investigative terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) SPPG.

“Komisi IX akan mendorong penguatan fungsi pengawasan lapangan dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara lebih intensif dan sistematis di setiap unit layanan gizi. Negara tidak bisa hanya menunggu baru ada tindakan setelah korban berjatuhan,” ujar Charles.

Penutup

Kasus keracunan MBG yang menimpa 72 siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan program makan pelajar. Penutupan permanen SPPG Pondok Kelapa 2 menjadi bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus efek jera bagi penyelenggara lain. Langkah ini diharapkan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, gizi anak, kebijakan publik, pengawasan pangan, dan kebijakan pemerintah hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /