7 Tips Menjaga GERD Saat Puasa Ramadan

Last Updated: 17 February 2026, 19:43

Bagikan:

gerd saat puasa
Foto: UNSPLASH / julien Tromeur
Table of Contents

GERD Saat Puasa – Bulan Ramadan menjadi momen spiritual yang dinanti banyak orang. Namun bagi penderita gangguan asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), puasa bisa menjadi tantangan tersendiri jika pola makan dan gaya hidup tidak diatur dengan tepat.

GERD saat puasa dapat memicu rasa perih di dada, sensasi terbakar di tenggorokan, hingga mual berlebihan. Oleh karena itu, penting memahami strategi yang tepat agar ibadah tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan lambung.

Memahami Risiko GERD Saat Puasa

GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Saat berpuasa, lambung dalam kondisi kosong selama berjam-jam. Jika tidak diimbangi pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, kondisi ini dapat memperparah gejala.

Menurut panduan kesehatan yang diberikan, kunci utama menjaga GERD saat puasa adalah mengatur pola makan, menghindari pemicu, serta menjaga posisi tubuh setelah makan. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara ibadah dan kesehatan.

7 Tips Menjaga GERD Saat Puasa

1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum puasa dimulai. Melewatkan sahur membuat lambung kosong terlalu lama sehingga produksi asam lambung meningkat dan berisiko memicu refluks.

Sahur wajib dilakukan dengan menu yang tepat agar lambung tetap stabil sepanjang hari. Pilih makanan yang lambat dicerna seperti serat dan protein, misalnya oatmeal, telur, ayam tanpa lemak, atau sayuran rebus.

2. Pilih Menu Sahur Tinggi Serat dan Protein

Menu sahur sangat menentukan kondisi gerd saat puasa. Makanan tinggi serat membantu memperlambat proses pengosongan lambung, sementara protein memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sebaliknya, hindari makanan berminyak atau gorengan karena dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Kombinasi karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan serat adalah pilihan yang lebih aman.

3. Berbuka Secara Bertahap

Setelah seharian menahan lapar, godaan untuk makan dalam jumlah besar memang sulit dihindari. Namun bagi penderita GERD, makan berlebihan saat berbuka justru dapat memperparah gejala.

Disarankan untuk memulai berbuka dengan air hangat dan kurma atau makanan ringan. Setelah salat Maghrib, barulah konsumsi makanan utama dalam porsi kecil. Pola bertahap ini membantu lambung beradaptasi kembali dengan asupan makanan.

4. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Menghindari makanan pemicu adalah langkah krusial dalam mengontrol gerd saat puasa. Beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi antara lain makanan pedas, asam, berlemak, cokelat, minuman bersoda, serta kopi dan teh berkafein.

Makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung atau melemahkan katup esofagus sehingga refluks lebih mudah terjadi. Disiplin dalam memilih menu menjadi investasi kesehatan selama Ramadan.

5. Atur Jeda Waktu Sebelum Tidur

Salah satu kesalahan umum saat Ramadan adalah langsung tidur setelah sahur atau berbuka. Padahal, posisi tubuh sangat memengaruhi risiko refluks asam.

Disarankan memberi jeda 2–3 jam setelah makan sebelum tidur. Selain itu, gunakan bantal tambahan sehingga posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm. Posisi ini membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

6. Cukupi Kebutuhan Cairan

Dehidrasi dapat memengaruhi keseimbangan asam lambung. Oleh karena itu, penting mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur.

Direkomendasikan minum air putih secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Pola ini membantu menjaga pH lambung tetap stabil tanpa memberi tekanan berlebih pada sistem pencernaan.

7. Kelola Stres dan Atur Konsumsi Obat

Stres diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur, melakukan relaksasi ringan, serta mengatur beban aktivitas sangat dianjurkan selama Ramadan.

Selain itu, penderita GERD yang rutin mengonsumsi obat lambung perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan waktu minum obat, misalnya saat sahur atau berbuka. Penyesuaian ini penting agar efektivitas obat tetap optimal selama berpuasa.

Pola Seimbang Kunci GERD Saat Puasa

Menjalankan puasa bukan berarti mengabaikan kondisi kesehatan. Dengan perencanaan menu yang tepat, pengaturan waktu makan, serta disiplin menjaga pola tidur, gerd saat puasa dapat dikendalikan.

Pendekatan holistik—menggabungkan pola makan sehat, manajemen stres, serta konsultasi medis—menjadi strategi terbaik agar ibadah tetap nyaman dan produktif sepanjang Ramadan.

Penutup

Menjaga GERD saat puasa memerlukan kesadaran dan konsistensi dalam menjalankan pola hidup sehat. Dengan menerapkan tujuh tips di atas, penderita GERD tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman tanpa gangguan berarti.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan, gaya hidup, dan panduan Ramadan lainnya yang akurat dan inspiratif, pembaca dapat terus mengikuti artikel terbaru di Garap Media.

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /