7 Gejala Super Flu, COVID-19, dan Flu Biasa: Mana Paling Parah?

Last Updated: 12 January 2026, 19:25

Bagikan:

super flu
Foto: Canva / TungArt7
Table of Contents

Super Flu – Menjadi perhatian serius karena gejalanya yang lebih berat dibandingkan flu biasa maupun COVID-19. Virus ini menyebabkan demam tinggi, nyeri ekstrem, dan kelelahan yang tiba-tiba sehingga membutuhkan perhatian medis cepat.

Mengenali perbedaan gejala antara super flu, COVID-19, dan flu biasa penting agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat dan meminimalkan risiko komplikasi. Pemahaman ini juga membantu menentukan kapan sebaiknya mencari pertolongan medis.

1. Demam

Gejala super flu biasanya ditandai dengan serangan demam tinggi secara mendadak yang mencapai suhu di atas 39 derajat Celcius dalam hitungan jam. Kondisi ini membuat tubuh terasa sangat lemah dalam waktu yang singkat. Pada COVID-19, demam cenderung muncul secara bertahap dan sering disertai sensasi menggigil yang hilang timbul. Sedangkan flu biasa jarang memicu demam tinggi, umumnya hanya menyebabkan rasa tidak enak badan ringan.

2. Kemunculan Gejala

Kecepatan kemunculan gejala pada super flu sering digambarkan seperti kelelahan luar biasa yang datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal. Sebaliknya, gejala COVID-19 berkembang lebih lambat dalam kurun waktu 2 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Flu biasa memiliki onset yang sangat lambat dan gejalanya biasanya mereda dalam waktu kurang dari satu minggu.

3. Batuk

Kondisi batuk kering yang sangat persisten dan terasa menyakitkan di area dada merupakan salah satu indikator utama dari gejala super flu. COVID-19 sering menyebabkan batuk yang disertai sesak napas atau kesulitan bernapas. Flu biasa umumnya menimbulkan batuk ringan yang disertai hidung tersumbat atau bersin-bersin.

4. Anosmia

Gangguan penciuman (anosmia) atau perasa (ageusia) lebih sering ditemukan pada penderita COVID-19, meski frekuensinya menurun pada varian terbaru. Pada super flu, fungsi penciuman biasanya tetap normal meskipun hidung terasa panas akibat peradangan. Flu biasa hanya menimbulkan gangguan penciuman sementara akibat produksi lendir berlebih di hidung.

5. Nyeri

Rasa nyeri otot dan sendi yang ekstrem di seluruh tubuh menjadi ciri paling menonjol dari super flu, sering membuat penderita sulit bergerak. COVID-19 juga menimbulkan nyeri tubuh atau mialgia, tetapi biasanya lebih ringan dan terpusat pada area tertentu. Flu biasa hanya menyebabkan pegal ringan yang tidak mengganggu aktivitas fisik secara signifikan.

6. Sakit Kepala

Sakit kepala pada super flu muncul bersamaan dengan demam tinggi dan mereda seiring turunnya suhu tubuh. COVID-19 sering menimbulkan sakit kepala berdenyut hebat dan menetap lama, bahkan setelah hasil tes negatif. Flu biasa biasanya hanya menyebabkan sakit kepala sesekali akibat tekanan sinus ringan.

7. Kelelahan

Kelelahan yang bertahan berminggu-minggu setelah fase akut sering dilaporkan pada super flu. Masa pemulihan memerlukan asupan nutrisi intensif. COVID-19 juga menimbulkan Long COVID, dengan kelelahan dan kabut otak berkepanjangan. Flu biasa umumnya pulih cepat tanpa dampak sisa setelah gejala hilang.

Penutup

Memahami perbedaan gejala super flu, COVID-19, dan flu biasa membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan mengetahui kapan sebaiknya mencari pertolongan medis. Mengidentifikasi tanda-tanda awal infeksi sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi serius.

Jangan lewatkan berita kesehatan terbaru dan pembahasan virus serta influenza di Garap Media. Temukan juga informasi seputar kesehatan dan cara pencegahan penyakit.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /