62 Warga RI Terinfeksi Super Flu, IDAI Beberkan Cara Pencegahan Lengkap

Last Updated: 6 January 2026, 01:04

Bagikan:

62 Warga Terinfeksi Super Flu
Kasus super flu di Indonesia terus menjadi perhatian seiring imbauan tenaga medis agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan pola hidup sehat. Sumber gambar: Persada Hospital
Table of Contents

Kasus super flu RI menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mengonfirmasi puluhan warga Indonesia terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K. Berdasarkan hasil surveilans nasional, hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia (ANTARA News, 2026).

Meski istilah “super flu” bukan nomenklatur medis resmi, penyebutan ini digunakan untuk menggambarkan varian influenza yang penularannya cukup cepat di masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah dan organisasi profesi kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk meningkatkan kewaspadaan publik.

Sebaran Kasus Super Flu RI di Berbagai Provinsi

Kementerian Kesehatan mencatat kasus super flu RI paling banyak ditemukan di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Temuan ini diperoleh dari sistem pemantauan penyakit influenza yang rutin dilakukan di berbagai daerah (Media Indonesia, 2026).

Selain Pulau Jawa, kasus juga ditemukan di sejumlah provinsi lain seperti Sumatra dan Sulawesi. Meski jumlahnya relatif terbatas, pemerintah menegaskan pentingnya pencegahan dini agar virus tidak menyebar lebih luas.

Di DKI Jakarta, Dinas Kesehatan menyatakan belum ditemukan kasus super flu. Namun demikian, masyarakat tetap diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah antisipasi (ANTARA News, 2026).

Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

IDAI menyoroti bahwa mayoritas kasus super flu RI ditemukan pada kelompok usia anak-anak. Kondisi ini dinilai berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang serta tingginya aktivitas sosial di lingkungan sekolah (detikHealth, 2026).

Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak tetap bersekolah saat mengalami gejala flu. Langkah tersebut penting untuk melindungi anak sekaligus mencegah penularan di lingkungan pendidikan.

IDAI Beberkan Cara Mencegah Super Flu RI

IDAI bersama Kementerian Kesehatan menekankan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menghadapi super flu RI. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama mencuci tangan dengan sabun.
  • Menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai.
  • Menjaga etika batuk dan bersin.
  • Memastikan asupan gizi seimbang serta istirahat cukup.
  • Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk.

Selain itu, pemerintah juga menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta (Bola.com, 2026).

Pemerintah Minta Warga Tak Panik

Dinas Kesehatan di berbagai daerah meminta masyarakat tidak panik menyikapi istilah super flu. Di Kalimantan Selatan, misalnya, Dinkes menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K masih dapat dicegah dan ditangani dengan langkah medis yang tepat (Prokal, 2026).

Pemerintah menilai kepanikan justru dapat menghambat upaya penanganan, sementara penerapan pola hidup sehat secara konsisten dinilai jauh lebih efektif dalam menekan risiko penularan.

Enam Tips Mencegah Tertular Influenza

Sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah tertular virus influenza, termasuk super flu RI:

  1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Menggunakan masker saat berada di kerumunan.
  3. Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  4. Menjaga pola makan bergizi dan minum air yang cukup.
  5. Istirahat yang cukup dan berolahraga teratur.
  6. Segera berobat jika mengalami gejala berat.

Kasus super flu RI yang telah menginfeksi puluhan warga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama. Perlindungan terhadap anak-anak, penerapan PHBS, serta kepatuhan terhadap imbauan tenaga medis menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Ikuti perkembangan isu kesehatan dan berita penting lainnya dengan membaca artikel-artikel terbaru di Garap Media. Jangan lewatkan informasi relevan yang membantu Anda dan keluarga tetap sehat dan waspada.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /