Cuaca Panas Ekstrem– Beberapa minggu terakhir, cuaca terasa semakin panas. Menurut BMKG , suhu di sejumlah wilayah Indonesia bisa mencapai 36–37°C, dengan indeks panas yang membuat udara terasa lebih menyengat dari biasanya.
Kondisi ini membuat kulit bekerja ekstra untuk melindungi tubuh dari paparan sinar ultraviolet (UV) dan rentan dehidrasi.
Menurut BMKG (15 Oktober 2025), indeks sinar ultraviolet (UV) di sebagian besar wilayah Indonesia mencapai tingkat merah hingga ungu, terutama pada jam 10.00–11.00 WIB. Artinya, paparan sinar UV tersebut sangat berbahaya sehingga kulit lebih rentan terbakar hanya dalam waktu singkat jika terpapar langsung tanpa perlindungan.
Namun, bukan berarti kamu harus menghindari sinar matahari sepenuhnya. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu menjaga kulit tetap sehat, meski cuaca sedang ekstrem.
Berikut 6 tips yang bisa kamu lakukan untuk melindungi kulitmu dari cuaca panas ekstrem.
1. Gunakan Sunscreen dengan SPF Tinggi
Sunscreen bukan sekadar pelengkap perawatan kulit, tapi tameng utama saat suhu sedang ekstrem.
Pilih minimal SPF 30, dan aplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama jika kamu sering berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan.
Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit—baik akut seperti sunburn dan tanning , maupun kronis seperti kulit kering, kasar, dan perubahan pigmentasi. Selain itu, Paparan UV berlebih juga bisa meningkatkan risiko penuaan dini bahkan kanker kulit.
American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan untuk mengaplikasikan Sunscreen 15 menit sebelum keluar rumah, agar dapat menyerap sempurna ke kulit.
Pastikan semua area yang terkena sinar matahari terlindungi—termasuk telinga, leher, wajah, punggung, dan kaki.
2. Hindari Rumah Saat Siang Hari
BMKG mencatat pukul 10.00 hingga 16.00 WIB sebagai periode paparan sinar UV tertinggi. Kalau bisa, atur aktivitas luar ruangan di pagi atau sore hari.
Kalau terpaksa harus keluar, gunakan topi lebar atau payung, benda tersebut sangat efektif menjaga kulit dari panas langsung.
Baca juga : Pentingnya Tabir Surya: Perlindungan Kulit dari Sinar UV
3. Gunakan Pakaian yang Longgar dan Nyaman
Baju berwarna gelap bisa menyerap panas lebih cepat. Pilih bahan katun atau linen yang ringan dan menyerap keringat.
Selain itu, warna terang membantu kulit “bernapas” karena memantulkan sebagian panas matahari.
4. Jangan Lupa Hidrasi Kulit dan Tubuh
Kulit kering bukan cuma karena kurang pelembap, tapi juga karena kurang cairan. Minum air secukupnya membantu menjaga kelembapan alami kulit dari dalam.
Tambahkan buah tinggi seperti semangka, jeruk, atau mentimun untuk hidrasi tambahan.
Kulit sehat berawal dari hidrasi yang cukup — minum minimal dua liter air per hari.
5. Gunakan Pelembap Ringan tapi Tahan Lama
Cuaca panas bikin kulit cepat dehidrasi dan kusam. Gunakan pelembap berbasis udara (water based) yang cepat menyerap namun tetap melembapkan.
Kalau kulitmu kering, tambahkan hydrating toner atau serum dengan kandungan hyaluronic acid agar kulit tetap lembut tanpa terasa lengket.
6. Jaga Pola Tidur dan Asupan Nutrisi
Tidur yang cukup membantu proses regenerasi kulit berjalan optimal. Selain itu, konsumsi makanan kaya antioksidan seperti vitamin C dan E dari tomat, alpukat, serta sayur hijau, bisa memperkuat perlindungan alami kulit dari dalam.
Kandungan antioksidan membantu melawan efek radikal bebas akibat paparan sinar matahari berlebih. Karena perawatan kulit bukan hanya dari luar, tapi juga dari gaya hidup sehari-hari.
Kesimpulan
Cuaca panas ekstrem memang menantang, tapi bukan berarti tidak bisa dihadapi.
Menjaga hidrasi, memilih pakaian yang tepat, dan mengenali sinyal tubuh adalah bentuk perhatian sederhana namun penting.
Dengan kebiasaan kecil seperti ini, kamu bisa tetap menjaga kulitmu dan tetap produktif meski cuaca sedang ekstrem.
Baca insight menarik lainnya seputar tips kecantikan lainnya di Garap Media.
