6 Film Indonesia Bersaing di Busan International Film Festival 2025
Busan International Film Festival (BIFF) 2025 kembali menjadi panggung bergengsi bagi perfilman Asia. Indonesia tidak ketinggalan, menghadirkan enam film yang mewakili beragam genre, mulai dari horor, romansa, drama keluarga, hingga film futuristik. Keikutsertaan ini sekaligus menunjukkan kualitas dan kreativitas sineas Tanah Air di mata dunia.
Mothernet (Esok Tanpa Ibu)
Sutradara Ho Wi Ding membawa penonton pada kisah emosional antara seorang remaja dan ayahnya. Mereka berusaha memulihkan kehidupan keluarga dengan bantuan kecerdasan buatan setelah sang ibu koma akibat kecelakaan. Film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, dan Ali Fikry, terpilih dalam program Vision – Asia. Dengan tema futuristik yang berpadu dengan drama keluarga, Mothernet sukses menyita perhatian penonton BIFF 2025.
Pangku (On Your Lap)
Debut penyutradaraan Reza Rahadian ini menghadirkan kisah Sartika, wanita muda hamil yang melarikan diri ke desa pesisir untuk mencari kehidupan lebih baik. Ia bekerja di sebuah kafe dengan syarat duduk di pangkuan pelanggan pria, sebuah kondisi yang penuh dilema dan harapan. Film ini diputar perdana dunia dalam program Vision – Asia dan mendapat respons positif, memperlihatkan keberanian perfilman Indonesia dalam mengeksplorasi tema sosial sensitif.
Rangga & Cinta
Remake dari Ada Apa dengan Cinta?, film ini menampilkan kisah cinta Rangga dan Cinta dengan sentuhan modern dan musikal. Diperankan oleh El Putra Sarira dan Leya Princy, film ini tayang perdana dunia di program A Window on Asian Cinema. Dengan alur yang segar dan musikalitas yang menarik, Rangga & Cinta membawa energi baru untuk romansa remaja Indonesia di kancah internasional.
The Fox King
Dian Sastrowardoyo kembali tampil dalam film ini, karya sutradara Malaysia Woo Ming Jin. The Fox King masuk program A Window on Asian Cinema, menampilkan kisah simbolis dengan visual memukau. Penampilan Dian yang kuat menambah daya tarik, menjadikan film ini salah satu karya yang patut diperhitungkan di BIFF 2025.
Sekat Sekat (Throughout These Cages)
Film pendek karya Aaron Pratama ini bersaing di kompetisi film pendek Asia. Ceritanya tentang seorang pria yang ingin merenovasi rumah warisan ayahnya, namun ditentang ibunya karena alasan tertentu. Sekat Sekat mengangkat konflik keluarga dengan narasi yang kuat, menyoroti tradisi dan hubungan antargenerasi.
Badarawuhi
Film horor prekuel KKN di Desa Penari ini menjadi satu-satunya wakil genre horor Indonesia di BIFF 2025. Menceritakan pengalaman mistis sekelompok sahabat di Desa Penari, diperankan oleh Aulia Sarah dan Maudy Effrosina. Dengan atmosfer menegangkan dan cerita penuh misteri, Badarawuhi sukses menarik perhatian penonton internasional.
Keikutsertaan enam film Indonesia di Busan International Film Festival 2025 membuktikan bahwa perfilman Tanah Air semakin diperhitungkan di kancah internasional. Dari horor hingga romansa, berbagai genre ini memperlihatkan kreativitas dan keberagaman budaya Indonesia. Untuk berita perfilman terbaru dan update eksklusif seputar film Indonesia, kunjungi Garap Media sekarang juga.
Referensi:
