Last Updated: 19 February 2026, 21:46

Bagikan:

ketergantungan infrastruktur digital Asia
Table of Contents

Asia – Asia adalah pasar digital terbesar di dunia. Namun di balik pertumbuhan itu, terdapat persoalan mendasar: ketergantungan infrastruktur digital Asia pada aktor global yang mengendalikan cloud, chip, dan model AI.

Data mengalir melalui server yang bukan milik kawasan. Model AI frontier dikembangkan di pusat riset luar Asia. Infrastruktur komputasi performa tinggi tunduk pada lisensi dan kebijakan ekspor negara lain. Ketika fondasi digital tidak berada dalam kendali sendiri, maka pertumbuhan ekonomi digital menjadi rapuh secara struktural.

Masa Depan Ketergantungan Infrastruktur Digital Asia

Laporan e-Conomy SEA 2023 menunjukkan ekonomi digital Asia Tenggara telah mencapai USD 218 miliar dan diproyeksikan menyentuh USD 295 miliar pada 2025. Namun Stanford AI Index 2024 menegaskan bahwa pengembangan model AI frontier masih didominasi Amerika Serikat, baik dari sisi investasi maupun jumlah model besar yang dirilis.
Seperti pada https://garapmedia.com/ai-global-tidak-netral-mengapa-ai-hanya-dikuasai-segelintir-negara/

Di sinilah persoalan ketergantungan infrastruktur digital Asia menjadi relevan: kawasan ini besar sebagai pasar, tetapi belum sepenuhnya berdaulat sebagai produsen infrastruktur.

5 Strategi Mengurangi Ketergantungan Infrastruktur Digital Asia

1. Membangun Cloud Regional untuk Mengurangi Ketergantungan Infrastruktur Digital Asia

Pasar cloud global masih didominasi oleh Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud yang secara konsisten menguasai lebih dari 60% pangsa global. Asia adalah pasar utama mereka, tetapi bukan pusat pengambilan keputusan strategisnya.

Untuk mengurangi ketergantungan infrastruktur digital Asia, kawasan membutuhkan kerangka interoperabilitas dan standar cloud regional. Tanpa konsorsium atau mekanisme bersama, integrasi ekonomi digital ASEAN akan tetap berdiri di atas fondasi eksternal.

2. Memperkuat Rantai Nilai Semikonduktor

Infrastruktur digital dibangun di atas chip. Perusahaan seperti TSMC dan Samsung Electronics memang menjadi tulang punggung manufaktur global. Namun desain chip canggih dan perangkat lunak EDA masih sangat bergantung pada lisensi Amerika Serikat.

Liputan Reuters dan Bloomberg pada 2023–2024 memperlihatkan bagaimana kontrol ekspor chip menjadi instrumen geopolitik. Artinya, akses terhadap AI dan komputasi performa tinggi bisa dibatasi oleh kebijakan eksternal.

Jika Asia hanya berperan sebagai manufaktur, maka ketergantungan infrastruktur digital Asia akan tetap terjadi pada level desain dan IP.

3. Harmonisasi Regulasi dan Aliansi Data

World Bank dan UNESCAP mencatat pertumbuhan arus data lintas batas di Asia melampaui perdagangan barang. Namun regulasi data masih terfragmentasi.

Sebagian negara menerapkan lokalisasi data ketat, sementara lainnya membuka akses luas. Fragmentasi ini meningkatkan biaya kepatuhan dan memperlambat integrasi.

Tanpa harmonisasi kebijakan, upaya mengurangi ketergantungan infrastruktur digital Asia akan terhambat oleh inkonsistensi aturan internal kawasan sendiri.

4. Pendanaan AI Lokal dan Ekosistem Riset

Menurut Stanford AI Index 2024, investasi AI swasta Amerika Serikat masih mendominasi global. Tiongkok menjadi pesaing utama, tetapi banyak negara Asia lainnya tertinggal jauh dalam pendanaan dan produksi model besar.

Tanpa investasi pada talenta, komputasi, dan riset dasar, Asia akan menjadi konsumen model AI, bukan pengembangnya.

World Economic Forum menekankan pentingnya kolaborasi publik-swasta dalam membangun ekosistem AI. Tanpa itu, penguatan infrastruktur hanya akan menjadi proyek fisik tanpa inovasi.

5. Strategi Kolektif Asia, Bukan Nasionalisme Digital Asia

Kesalahan strategis terbesar adalah melihat kedaulatan digital sebagai isolasi. Ekonomi digital adalah jaringan. Jika setiap negara Asia bergerak sendiri, maka fragmentasi justru memperkuat ketergantungan pada pemain global yang memiliki skala lebih besar.

Pendekatan kolektif dalam pusat data regional, kabel bawah laut, dan standar AI akan meningkatkan daya tawar Asia secara global.

Asia memiliki lebih dari 4 miliar penduduk. Skala ini seharusnya menjadi kekuatan struktural, bukan sekadar pasar ekspansi.

Infrastruktur Digital Adalah Arena Geopolitik

Infrastruktur digital bukan sekadar server dan kabel. Ia adalah distribusi kekuasaan. Selama model AI dilatih di luar kawasan, data disimpan di pusat data asing, dan chip bergantung pada lisensi eksternal, maka ketergantungan infrastruktur digital Asia akan terus membentuk arah ekonomi kawasan.

Keluar dari ketergantungan bukan berarti memutus hubungan global, melainkan membangun kapasitas agar relasi menjadi setara.

Pertanyaannya: apakah Asia siap membangun arsitektur digitalnya sendiri, atau akan terus menjadi pasar terbesar tanpa kendali atas fondasi teknologinya?

Jika Anda ingin diskusi lebih dalam soal geopolitik teknologi dan masa depan infrastruktur digital Asia, ikuti analisis berikutnya di Garap Media dan bagikan perspektif Anda.

Sumber Referensi

Stanford University. AI Index Report 2024
https://aiindex.stanford.edu/report/

Google, Temasek, Bain & Company. e-Conomy SEA Report 2023
https://economysea.withgoogle.com/

World Bank. World Development Report 2021: Data for Better Lives
https://www.worldbank.org/en/publication/wdr2021

UNESCAP. Digital and Sustainable Trade Facilitation in Asia and the Pacific 2023
https://www.unescap.org/kp/2023/digital-and-sustainable-trade-facilitation-asia-and-pacific-2023

World Economic Forum. Global Technology Governance Report 2021
https://www.weforum.org/reports/global-technology-governance-report-2021/

Reuters. Technology & Semiconductor Coverage (2023–2024)
https://www.reuters.com/technology/

Bloomberg. Technology Industry Analysis
https://www.bloomberg.com/technology

 

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /