Pemanis Buatan – Sering digunakan sebagai tambahan pada makanan maupun minuman. Zat ini berfungsi sebagai pengganti gula untuk memberikan rasa manis, bahkan beberapa jenis pemanis buatan memiliki rasa manis yang jauh lebih kuat dibanding gula biasa.
Awalnya, pemanis buatan diciptakan sebagai alternatif gula karena gula dapat menjadi pemicu berbagai penyakit jika dikonsumsi berlebihan. Namun, proses pembuatan kimiawi dari pemanis buatan menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
5 Jenis Pemanis Buatan yang Perlu Diketahui
- Sakarin – Sakarin memiliki rasa manis hingga 300 kali lebih kuat dibanding gula. Sering digunakan dalam minuman dan makanan manis. Penggunaan sakarin harus dibatasi karena konsumsi berlebihan dapat memicu risiko kesehatan tertentu, meski secara umum aman dalam batas wajar.
- Sukralosa – Sukralosa memiliki tingkat kemanisan sekitar 600 kali lipat dari gula. Banyak digunakan untuk makanan yang dipanggang atau digoreng. Konsumsi sukralosa sebaiknya tidak melebihi 5 mg/kg berat badan per hari untuk menghindari gangguan pencernaan atau masalah metabolisme.
- Aspartam – Aspartam ditemukan pada permen karet, agar-agar, dan minuman berkarbonasi. Kandungan utama adalah asam amino, fenilalanin, dan sedikit etanol. Meski relatif aman, beberapa orang dapat mengalami sakit kepala atau reaksi alergi akibat aspartam, sehingga penting memperhatikan batas konsumsi harian.
- Acesulfame Potassium – Acesulfame potassium stabil terhadap panas sehingga cocok untuk makanan yang dipanaskan. Mudah larut dan sering ditambahkan pada berbagai produk makanan dan minuman. Dalam jumlah wajar, acesulfame potassium aman dikonsumsi. Namun, penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
- Neotam – Neotam sering digunakan pada makanan rendah kalori. Rasanya bisa lebih manis hingga 40 kali lipat dibanding aspartam. Neotam dianggap aman, namun konsumsi berlebihan tetap dapat menimbulkan efek samping ringan seperti gangguan pencernaan (Halodoc, 2021).
Dampak Pemanis Buatan terhadap Kesehatan Tubuh
Secara umum, pemanis buatan relatif aman dikonsumsi jika tidak melebihi batas harian yang direkomendasikan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko sakit kepala, reaksi alergi, gangguan pencernaan, hingga masalah gigi.
Penting bagi setiap orang untuk memperhatikan kondisi tubuh sebelum mengonsumsi pemanis buatan. Bagi mereka dengan riwayat penyakit tertentu, sebaiknya membatasi atau menghindari pemanis buatan. Menjaga pola makan sehat dan gaya hidup seimbang tetap menjadi cara terbaik untuk meminimalkan risiko kesehatan (Halodoc, 2021).
Penutup
Pemanis buatan bisa menjadi alternatif gula yang membantu mengontrol kalori dan menjaga kadar gula darah. Namun, penggunaan harus dilakukan secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Selalu periksa label produk dan batasi asupan pemanis buatan sesuai batas aman. Untuk informasi lebih lengkap seputar gaya hidup sehat dan kesehatan tubuh, jangan lewatkan berbagai artikel menarik di Garap Media.
Referensi:
- Halodoc. (2021). Ini 5 Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya pada Tubuh. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-jenis-pemanis-buatan-dan-dampaknya-pada-tubuh
