Tarsius – Primata kecil dari famili Tarsiidae yang hidup di pulau-pulau Asia Tenggara, dengan semua spesies utama ditemukan di Pulau Sulawesi. Hingga 2010, semua spesies dimasukkan ke dalam genus ini, namun revisi taksonomi memisahkan beberapa populasi ke dalam genus Cephalopachus di wilayah barat Sulawesi (Sundaland) dan genus Carlito di Filipina.
Berbeda dengan primata lain yang berukuran besar, seperti orangutan, hewan ini termasuk salah satu primata terkecil di dunia. Ukurannya yang mungil, dikombinasikan dengan mata besar dan kemampuan adaptasi unik, membuatnya menarik untuk dipelajari. Artikel ini akan membahas lima fakta menarik yang wajib diketahui, mulai dari fisik hingga perilaku hidupnya.
1. Primata Mungil dengan Keunikan Luar Biasa
Tarsius memiliki tubuh yang sangat kecil, dengan panjang sekitar 3,7 – 5,5 inci dan berat sekitar 4,6 ons. Kepalanya berbentuk bulat dan dapat berputar hingga 180 derajat karena tulang belakang yang khusus, memungkinkan mereka mengamati lingkungan tanpa harus menggerakkan tubuh.
Mata tarsius besar, sekitar 16 mm, memungkinkan penglihatan malam yang tajam sehingga mereka mudah menangkap mangsa di gelap. Telinga besar bermembran membantu pendengaran lingkungan sekitar secara cepat.
Jari-jari tarsius panjang dan lengket, dengan ujung melebar menyerupai cakram perekat. Jari kedua dan ketiga dilengkapi cakar panjang untuk menggenggam dahan atau melindungi diri dari predator. Rahang dan gigi kuat mendukung pola makan karnivora mereka. Semua adaptasi ini menjadikan tarsius primata kecil namun tangguh, hidup di hutan Asia Tenggara, dan aktif di malam hari (IDN Times, 2024).
2. Primata Karnivora
Berbeda dengan primata lain yang biasanya omnivora, tarsius adalah primata karnivora. Makanan utamanya adalah serangga, tetapi mereka juga memangsa burung, kadal, dan ular. Rahang besar dan gigi kuat memungkinkan mereka memangsa hewan yang lebih besar dari tubuhnya (IDN Times, 2024).
3. Habitat Terbatas di Asia Tenggara
Meski dulunya tersebar di berbagai belahan dunia, tarsius kini hanya terdapat di Asia Tenggara, terutama Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di Indonesia, mereka tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Belitung, dan Bangka, dengan 18 subspesies berbeda. Tarsius biasanya hidup di hutan daratan rendah (IDN Times, 2024; Wikipedia).
4. Perilaku Sosial dan Reproduksi
Tarsius dewasa hidup monogami, menjaga satu pasangan dan merawat anak bersama. Mereka juga sangat vokal, menggunakan berbagai panggilan untuk berkomunikasi, mempertahankan wilayah, atau mengingatkan sesamanya. Pasangan yang kawin bahkan melakukan duet vokal pada senja dan fajar (IDN Times, 2024).
5. Aktivitas Nokturnal
Sebagai hewan nokturnal, tarsius tidur di siang hari dengan berpegangan pada dahan atau di lubang pohon, kemudian aktif berburu di malam hari. Mata besar dan pendengaran sensitif mendukung kemampuan mereka menangkap mangsa dan mendeteksi predator dalam gelap (IDN Times, 2024).
Baca juga: Misteri Galago: Hewan Mini dengan Lompatan Super
Penutup
Itulah lima fakta menarik tentang tarsius yang wajib diketahui. Keunikan fisik, perilaku karnivora, kehidupan monogami, serta aktivitas nokturnal menjadikan primata mungil ini sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut.
Temukan juga berita lain di Garap Media untuk menemukan informasi menarik seputar hewan dan alam. Banyak fakta dan wawasan baru menantimu setiap hari.
Referensi:
- IDN Times. (2024). 10 fakta menarik tarsius, primata terkecil yang hidup nokturnal. Retrieved from https://www.idntimes.com/science/discovery/10-fakta-menarik-tarsius-primata-terkecil-yang-hidup-nokturnal-01-626ng-j89fjr
- Wikipedia. Tarsius (genus). Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Tarsius_(genus)
