5 Fakta Menarik tentang Rusa Bawean yang Perlu Kamu Tahu

Last Updated: 20 October 2025, 21:00

Bagikan:

5 fakta menarik tentang rusa bawean yang perlu kamu tahu
Foto: Pinterest / gciniwe cele
Table of Contents

Rusa Bawean (Axis Kuhlii) – Rusa endemik yang hanya ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di alam bebas, sehingga dikategorikan sebagai spesies “terancam punah” menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Hewan ini hidup dalam kelompok kecil, biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mengetahui fakta menarik tentang Rusa Bawean penting untuk meningkatkan kesadaran pelestarian satwa langka Indonesia.


1. Rusa Bawean Tergolong Rusa Bertubuh Mungil

Rusa ini emiliki tubuh kecil dengan tinggi jantan sekitar 60 – 70 cm, panjang kepala dan tubuh 140 cm, ekor 20 cm, dan berat 50 – 60 kg. Warna bulunya coklat muda, sedangkan pejantan memiliki tanduk bercabang tiga sepanjang 25 – 47 cm yang digunakan untuk menarik betina di musim kawin. Bayi dan anak rusa memiliki totol-totol putih di punggung yang hilang saat dewasa (IDN Times, 2024; Wikipedia).


2. Memiliki Kemiripan dengan Rusa Calamian dan Rusa Babi India

Secara fisik, Rusa Bawean menyerupai rusa calamian (Axis calamianensis) dan rusa babi India (Axis porcinus). Namun, mereka dapat dibedakan dari ukuran tubuh dan warna bulu. Rusa ini lebih kecil dan berwarna lebih gelap dibanding rusa calamian, sedangkan kaki, tanduk, dan wajahnya lebih pendek dibanding rusa babi India (IDN Times, 2024; Wikipedia).


3. Persebaran Rusa Bawean dan Populasi Terbatas di Pulau Bawean

Rusa ini hanya ditemukan di sisi barat Pulau Bawean, termasuk Pulau Tanjung Cina, Gunung Besar, dan Gunung Mas. Jumlah terbesar terdapat di Pulau Tanjung Cina, dengan habitat berupa hutan sekunder dan semak belukar lebat. Diperkirakan ada 307 – 316 ekor di alam liar, sementara 300 – 350 ekor lainnya dipelihara di kebun binatang dan penangkaran (IDN Times, 2024).


4. Rusa Bawean Hidup Nokturnal dan Menghindari Manusia

Rusa ini bersifat nokturnal, aktif mencari makan di malam hari dan bersembunyi di hutan pada siang hari untuk menghindari manusia. Mereka memakan rerumputan dan berinteraksi dengan rusa lain, baik untuk kawin maupun bersosialisasi. Meski soliter, mereka berkomunikasi menggunakan suara mirip gonggongan untuk memanggil anak atau menantang rusa lain (IDN Times, 2024; Wikipedia).


5. Termasuk Satwa Terancam Punah dan Upaya Konservasi

Sejak 2008, rusa ini dikategorikan sebagai spesies kritis (critically endangered) oleh IUCN. Ancaman termasuk perubahan iklim, penebangan liar, dan kerusakan habitat yang dapat mempercepat kepunahan. Mereka dilindungi secara hukum melalui CITES Appendix 1 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018. Cagar Alam Pulau Bawean menjaga habitat mereka dengan pengendalian pembakaran, pemeliharaan pohon jati, serta perawatan semak belukar agar populasi tetap berkembang (IDN Times, 2024; Wikipedia).


Penutup

Rusa Bawean adalah kebanggaan Indonesia sebagai satwa endemik yang unik dan langka. Mengetahui fakta-fakta ini membantu meningkatkan kesadaran publik untuk menjaga keberlanjutan populasi mereka.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media tentang satwa langka dan pelestarian alam di Indonesia. Dapatkan informasi terbaru dan tips pelestarian satwa untuk mendukung upaya konservasi secara langsung.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /