Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) – Spesies penyu terbesar di dunia yang mengembara di lautan luas. Tubuhnya bisa mencapai lebih dari dua meter dengan bobot hingga 900 kilogram. Meski tampak kokoh, cangkangnya tersusun dari jaringan lunak menyerupai kulit yang tetap tangguh melindungi organ tubuh dari tekanan laut dalam.
Hewan ini dikenal sebagai pengelana sejati, mampu menjelajahi ribuan kilometer melintasi samudra untuk bertelur atau mencari makan. Dalam perjalanan panjangnya, penyu ini menghadapi arus deras, suhu ekstrem, dan bahaya perburuan ilegal. Berikut 5 fakta menarik tentang kehidupan penyu belimbing yang perlu diketahui.
1. Ukuran Tubuhnya Luar Biasa
Penyu belimbing merupakan reptil laut terbesar yang tercatat hidup di perairan dunia. Spesimen terbesar memiliki panjang hingga 2,91 meter dan berat hampir satu ton. Tubuh besar ini didukung oleh sirip depan panjang lebih dari satu meter, memungkinkan penyu meluncur cepat di arus laut dan berenang hingga 10.000 kilometer dalam sekali migrasi (IDN Times, 2025).
2. Cangkang Fleksibel yang Mirip Kulit Tebal
Berbeda dari penyu lain yang memiliki cangkang keras, penyu belimbing memiliki cangkang fleksibel dari jaringan tulang rawan dan serat kolagen. Cangkang ini berwarna gelap dengan bercak putih, aerodinamis, dan memungkinkan penyu melaju kencang di kedalaman laut. Struktur lunak ini memudahkan penyu bertahan dari tekanan air hingga kedalaman 1.000 meter dan menyerap benturan dari arus kuat (IDN Times, 2025).
3. Migrasi Jauh Antar Benua
Penyu belimbing adalah pengelana sejati yang menjelajah samudra dari satu benua ke benua lain menggunakan navigasi geomagnetik. Mereka dapat kembali ke pantai kelahiran meski menempuh ribuan kilometer, misalnya dari Papua ke California (IDN Times, 2025). Migrasi mereka melintasi perairan tropis hingga subkutub, menghadapi badai, predator, dan kapal-kapal besar.
4. Kemampuan Mengatur Suhu Tubuh
Berbeda dengan reptil lain yang ektotermik, penyu belimbing mampu mempertahankan suhu tubuh tetap hangat di perairan dingin. Tubuh besar dan lemak tebal di bawah kulit menjadi insulasi alami, memungkinkan mereka menyelam di perairan bersuhu rendah dan berburu ubur-ubur tanpa sering naik ke permukaan. Jantung penyu mampu memperlambat detak untuk efisiensi oksigen saat menyelam lama (IDN Times, 2025).
5. Perilaku dan Ancaman
Penyu belimbing melakukan migrasi terpanjang antara daerah berkembang biak dan mencari makan, dengan jarak tempuh rata-rata 3.700 mil sekali jalan. Setelah kawin di laut, penyu betina kembali ke daratan untuk bertelur, menggali lubang di pasir, menaruh sekitar 80 telur, menutup sarang, lalu kembali ke laut. Suhu sarang menentukan jenis kelamin tukik, sementara penyu jantan menghabiskan sisa hidupnya di laut (Wikipedia).
Ancaman utama penyu ini berasal dari sampah plastik yang menyerupai ubur-ubur dan perburuan telur untuk dikonsumsi atau dijual. Gangguan lokasi bertelur dapat mengurangi regenerasi populasi. Di Indonesia, penyu ini dilindungi sejak tahun 1987 (IDN Times, 2025; Wikipedia).
Penutup
Penyu belimbing adalah simbol ketahanan dan keperkasaan spesies laut. Mengetahui fakta-fakta ini membantu meningkatkan kesadaran pelestarian satwa yang terancam punah.
Terus ikuti berita dan informasi menarik di Garap Media agar selalu mendapatkan fakta edukatif tentang satwa laut dan lingkungan. Artikel ini menambah wawasan sekaligus kepedulian terhadap alam.
Referensi:
- IDN Times. (2025). 5 Fakta Menarik Penyu Belimbing, Pengelana Lautan yang Super Tangguh. Retrieved from https://www.idntimes.com/science/discovery/fakta-menarik-penyu-belimbing-c1c2-01-bfjms-w6mcwl
- Wikipedia. Penyu belimbing. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Penyu_belimbing
