Kanguru Pohon atau Unijo atau Semai – Marsupial dari keluarga macropodidae yang beradaptasi dengan kehidupan di atas pohon. Mereka mendiami hutan hujan di Australia, Papua, Queensland, dan pulau-pulau sekitar.
Meskipun sebagian besar ditemukan di daerah pegunungan, beberapa spesies juga hidup di dataran rendah seperti Dendrolagus spadix. Sayangnya, sebagian besar kanguru ini kini terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat alami mereka.
1. Habitat dan Sebaran Kanguru Pohon
Kanguru ini hidup di hutan hujan tropis Papua, timur laut Australia, dan beberapa pulau di wilayah tersebut, termasuk Kepulauan Schouten dan Raja Ampat.
Dua spesies ditemukan di Australia, yaitu Bennett (D. bennetianus) di utara Sungai Daintree dan Lumholtz (D. lumholtzi). Kehidupan mereka di pepohonan menjadikan mereka berbeda dari kanguru darat dan menuntut adaptasi khusus untuk memanjat dan melompat antar cabang pohon (Wikipedia).
2. Adaptasi Fisik yang Membantu Hidup di Pohon
Kanguru pohon memiliki kaki belakang yang panjang dan lebar dengan kuku panjang dan melengkung. Telapak kaki mereka memiliki cengkeraman seperti spons, sementara ekor panjang membantu menjaga keseimbangan saat bergerak di pohon.
Meskipun dapat bergerak di tanah dengan cara melompat seperti kanguru darat, mereka mengandalkan kemampuan memanjat untuk mencari makanan dan tempat berkembang biak (Wikipedia).
3. Variasi Spesies dan Ukuran Tubuh Kanguru Pohon
Terdapat 12 spesies kanguru yang memiliki variasi ukuran dan warna bulu signifikan. Panjang tubuh mereka berkisar 41 – 77 cm, panjang ekor 40 – 87 cm, dan berat mencapai 14,5 kg. Betina biasanya lebih kecil dibanding jantan.
Setiap spesies menyesuaikan diri dengan habitatnya, baik di pegunungan maupun dataran rendah, dengan pola hidup arboreal yang khas (Wikipedia).
4. Reproduksi dan Kehidupan Sosial Kanguru Pohon
Kanguru ini berkembang biak di puncak pohon, berbeda dengan kanguru darat. Mereka hanya melahirkan satu bayi per tahun dan memiliki musim melahirkan yang santai, biasanya selama musim hujan.
Keberadaan predator seperti ular piton amethystine menuntut mereka memilih lokasi aman untuk berkembang biak. Kehidupan mereka di pohon membuat strategi reproduksi menjadi sangat hati-hati dan adaptif (Wikipedia).
5. Perilaku Adaptif dan Termoregulasi Kanguru Pohon
Kanguru ini tidak berkeringat untuk menyejukkan tubuhnya. Mereka menjilat lengan dan memanfaatkan kelembapan yang menguap sebagai bentuk termoregulasi perilaku adaptif.
Selain itu, mereka memanfaatkan kemampuan memanjat dan ekor panjang untuk bergerak secara efisien di pepohonan, yang juga membantu mereka menghindari predator dan mencari makanan seperti daun dan buah muda (Wikipedia).
Baca juga: Quokka, Hewan Paling Bahagia Australia
Penutup
Kanguru pohon adalah contoh luar biasa adaptasi hewan marsupial terhadap lingkungan arboreal. Mengetahui fakta-fakta mereka meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi hutan hujan.
Untuk informasi menarik tentang satwa dan lingkungan, ikuti terus berita terbaru di Garap Media. Jangan lewatkan update terbaru yang menambah wawasanmu tentang keanekaragaman alam dan satwa unik.
Referensi:
- Wikipedia. Unijo. https://id.wikipedia.org/wiki/Unijo
