Golden Pheasant atau Pegar Emas (Chrysolophus Pictus) – Dikenal sebagai Pegar Tiongkok atau Pegar Pelangi, termasuk dalam keluarga Phasianidae dan ordo Galliformes. Nama genus Chrysolophus berasal dari bahasa Yunani kuno “khrusolophos” yang berarti “dengan lambang emas”, sedangkan pictus dari bahasa Latin berarti “dicat” dan pingere berarti “untuk melukis”.
Burung eksotis ini berasal dari hutan pegunungan barat Tiongkok, namun kini populasi liar juga ditemukan di berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Di Inggris, mereka hidup di hutan lebat Breckland dan Kepulauan Scilly.
1. Bulu Golden Pheasant Jantan Warna-warni yang Memukau
Golden Pheasant jantan memiliki bulu yang sangat mencolok dengan kombinasi warna krem, coklat, abu-abu, oranye, biru, hitam, merah, putih, dan kuning. Jambul keemasan, kipas bulu hitam-oranye di wajah, dan tubuh merah terang menjadi daya tarik utama saat musim kawin. Warna bulu berfungsi untuk menarik perhatian betina dan menunjukkan kesehatan burung jantan. Betina lebih sederhana dengan bulu krem, coklat, abu-abu, dan hitam, berfungsi sebagai kamuflase dari predator. Beberapa betina yang abnormal mungkin menunjukkan sedikit bulu jantan seiring pertumbuhan (IDN Times, 2024; Wikipedia).
2. Ukuran Tubuh Golden Pheasant Betina Setengah dari Jantan
Panjang tubuh jantan Golden Pheasant mencapai 90 – 105 cm, dengan ekor menyumbang dua pertiga dari panjang tubuh. Betina lebih kecil, hanya 60 – 80 cm, dengan ekor lebih pendek secara proporsional. Rentang sayap jantan bisa mencapai 70 cm saat terentang. Ukuran tubuh jantan yang lebih panjang membantu mereka memamerkan bulu dan menonjol di depan betina selama musim kawin (IDN Times, 2024; Wikipedia).
3. Golden Pheasant Terbang Singkat, Lebih Suka Berlari
Meskipun Golden Pheasant memiliki sayap, mereka adalah penerbang yang kikuk dan hanya terbang sebentar saat terkejut. Burung ini lebih sering berlari di tanah sambil mencari biji-bijian, daun, dan invertebrata. Pada malam hari, mereka bertengger di pohon untuk beristirahat. Pola ini membuat mereka tetap waspada terhadap predator sekaligus menjaga energi (IDN Times, 2024; Wikipedia).
4. Sifat Soliter Golden Pheasant dan Kebiasaan Kawin Monogami
Golden Pheasant adalah burung soliter dan hanya berkumpul saat musim kawin. Umumnya, jantan kawin dengan satu betina (monogami), namun beberapa jantan menunjukkan perilaku poligini, kawin dengan 2 – 8 betina. Betina bertelur 5 – 12 telur di sarang yang tersembunyi di semak atau rerumputan tinggi dan mengeraminya selama 22 – 23 hari. Anak burung sudah aktif dan bisa makan sendiri setelah menetas, sementara betina mencapai kematangan pada usia satu tahun, dan jantan pada usia dua tahun (IDN Times, 2024; Wikipedia).
5. Bulu Indah Rentan Luntur dan Memerlukan Perlindungan Hutan
Keindahan bulu Golden Pheasant jantan sangat mencolok, tetapi warnanya mudah luntur jika terkena sinar matahari langsung. Oleh karena itu, burung ini memilih hutan yang rindang untuk melindungi warna bulunya. Populasi tercatat sekitar 1.000 – 2.000 ekor, namun jumlah keseluruhan sulit diperkirakan karena jangkauan habitat yang luas (IDN Times, 2024).
Baca juga: 5 Fakta Menarik tentang Burung Kolibri yang Perlu Kamu Tahu
Penutup
Golden Pheasant adalah burung eksotis dengan bulu memukau dan perilaku unik yang menjadikannya salah satu burung paling menarik di dunia. Keindahan warna bulu, ukuran tubuh jantan yang mencolok, serta kebiasaan hidupnya yang soliter membuatnya layak untuk dipelajari.
Jika kamu tertarik dengan keanekaragaman fauna lainnya, jangan lewatkan berita-berita menarik lainnya di Garap Media. Temukan fakta-fakta unik dan eksotis yang akan menambah wawasanmu tentang dunia hewan.
Referensi:
- IDN Times. (2024). 5 Fakta Menarik Golden Pheasant, Bulu Pelanginya Indah Banget. Retrieved from https://www.idntimes.com/science/discovery/5-fakta-menarik-golden-bulu-pelanginya-indah-banget-01-v4p33-hlljs8
- Wikipedia. Pegar Emas. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Pegar_emas
