5 Fakta Menarik Rubah Telinga Kelelawar yang Perlu Kamu Tahu

Last Updated: 26 September 2025, 21:00

Bagikan:

5 fakta menarik tentang rubah telinga kelelawar yang perlu kamu tahu
Foto: Canva / Ayrat
Table of Contents

Rubah Telinga Kelelawar (Otocyon Megalotis) – Spesies rubah yang unik dan hanya ditemukan di sabana Afrika. Dengan telinga yang panjang dan kemampuan berburu serangga yang luar biasa, hewan ini menjadi salah satu fauna paling menarik untuk dipelajari.

Selain bentuk fisiknya yang khas, rubah telinga kelelawar juga memiliki perilaku dan pola makan yang berbeda dari rubah pada umumnya. Berikut ini lima fakta menarik tentang rubah telinga kelelawar yang wajib kamu ketahui.


1. Habitat dan Persebaran

Rubah telinga kelelawar tersebar di Afrika bagian selatan dan timur, termasuk negara-negara seperti Botswana, Namibia, Kenya, dan Tanzania. Mereka lebih suka hidup di savana terbuka atau padang rumput, karena area ini memudahkan mereka mencari makanan dan menghindari predator.

Habitat yang luas memungkinkan rubah ini membuat liang sendiri atau memanfaatkan liang bekas hewan lain untuk berlindung. Mereka jarang terlihat di hutan lebat karena lingkungannya tidak mendukung pola berburu serangga mereka (IDN Times, 2023; Wikipedia, n.d.).


2. Ciri Fisik yang Menonjol

Telinga rubah ini bisa mencapai panjang hingga 13 cm, jauh lebih besar dibandingkan rubah lain. Telinga besar ini berfungsi untuk mendeteksi suara mangsa seperti serangga di bawah tanah, sekaligus membantu mengatur suhu tubuh.

Tubuh rubah ini relatif kecil, panjang 46–66 cm dengan berat antara 2–4,5 kg. Ekor berbulu lebat dan kaki pendek menjadi ciri khas tambahan. Kombinasi ini membuat rubah tampak unik dan mudah dikenali di alam liar (IDN Times, 2023; Wikipedia, n.d.).


3. Pola Makan Unik

Rubah telinga kelelawar memiliki kebiasaan makan yang berbeda dari rubah lain. Sekitar 80% makanannya terdiri dari serangga, terutama rayap dan belalang. Mereka menggunakan gigi yang tajam dan telinga sensitif untuk menemukan mangsa di tanah atau di bawah daun kering.

Selain serangga, rubah ini juga memakan hewan kecil lain, seperti mamalia kecil atau reptil. Kemampuan berburu serangga secara cepat dan tepat menjadikan mereka predator efektif di ekosistem savana (IDN Times, 2023; Wikipedia, n.d.).


4. Perilaku Sosial

Rubah ini termasuk hewan sosial yang biasanya hidup berpasangan monogami. Pasangan ini berbagi tanggung jawab dalam merawat anak-anaknya dan menjaga liang dari ancaman predator.

Selama musim kawin, betina dapat melahirkan 2–5 anak. Anak-anak ini diasuh oleh kedua orang tua sampai mampu mandiri. Sosialisasi ini penting untuk mempertahankan populasi dan mengajarkan teknik berburu sejak kecil (Wikipedia, n.d.).


5. Kecepatan Lari dan Adaptasi

Rubah ini mampu berlari cepat untuk menangkap serangga yang bergerak lincah atau menghindari predator. Telinga besar tidak hanya untuk mendengar, tetapi juga membantu menyeimbangkan panas tubuh di lingkungan savana yang terik.

Selain itu, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan terbuka membuat rubah ini mampu bertahan meski menghadapi musim kering dan perubahan habitat. Strategi bertahan hidup ini penting untuk kelangsungan hidup spesiesnya di alam liar (IDN Times, 2023).

Baca juga: Fakta Mengejutkan: Kenapa Hewan Bisa Terkena Rabies?


Penutup

Rubah telinga kelelawar menunjukkan betapa uniknya keanekaragaman hayati Afrika. Mengetahui fakta-fakta tersebut membantu kita lebih menghargai keberadaan spesies langka dan peran ekologisnya di alam.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media, tempat mendapatkan informasi edukatif seputar fauna, ekosistem, dan keanekaragaman hayati dari seluruh dunia.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /