Kucing Merah (Pardofelis Badia atau Catopuma Badia) – Kucing liar endemik pulau Kalimantan. Hewan ini jauh lebih jarang ditemui dibandingkan spesies kucing lain yang hidup di wilayah yang sama. Populasinya yang rendah menjadikan kucing ini salah satu hewan yang hampir punah, dengan jumlah populasi dewasa diperkirakan kurang dari 2.500 ekor pada tahun 2007.
Kucing ini memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis. Sebagai predator kecil, mereka membantu mengontrol populasi hewan kecil lainnya. Kelangkaan pengamatan dan sifatnya yang pemalu membuat kucing ini menjadi salah satu kucing liar paling misterius di Kalimantan.
1. Kucing Merah Kalimantan Dikenal dengan Berbagai Nama
Selain disebut kucing merah, spesies ini memiliki nama ilmiah Catopuma badia dan juga dikenal sebagai kucing Kalimantan, kucing Borneo, Bay Cat, atau kucing batu Kalimantan. Nama-nama ini menegaskan keunikan dan keterbatasan persebarannya di Pulau Kalimantan (IDN Times, 2025).
2. Habitat Endemik di Pulau Kalimantan
Kucing ini tersebar luas di pulau Kalimantan, mulai dari hutan dataran rendah, hutan rawa, hingga hutan perbukitan setinggi 500 m. Hewan ini juga ditemukan di dekat sungai, hutan bekas tebangan, atau singkapan berbatu kapur. Namun, sebagian besar catatan pengamatan berada di area yang jarang terganggu manusia, menandakan kucing ini sangat bergantung pada habitat hutan tropis yang lebat (Wikipedia).
3. Ciri Fisik Kucing Merah yang Unik
Kucing ini memiliki tubuh lebih kecil dibanding kucing liar lain, dengan panjang badan 49,5 – 67 cm dan ekor 30 – 40,3 cm. Beratnya dewasa diperkirakan 3 – 4 kg. Kepala pendek dan bulat, telinga bulat, bulu berwarna kecokelatan-kemerahan, serta ekor panjang yang meruncing dengan garis putih di sisi bawah dan bercak hitam di ujung atas membuat kucing ini sangat khas. Matanya berwarna keemasan atau kuning terang (Wikipedia).
4. Hewan Nokturnal dengan Data yang Terbatas
Kucing merah bersifat nokturnal, aktif berburu pada malam hari. Mangsa utamanya adalah hewan kecil seperti tikus, burung, reptil, dan serangga besar. Karena sifat pemalu dan populasinya yang rendah, pengamatan kucing ini sangat sulit, sehingga data tentang ekologi makan dan perilaku reproduksinya masih terbatas (IDN Times, 2025; Wikipedia).
5. Kucing Merah Dilindungi oleh Pemerintah
Kucing ini termasuk jenis kucing yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Ancaman utama terhadap kucing ini adalah deforestasi habitat hutan dan perdagangan ilegal satwa liar. Perlindungan hukum dan upaya konservasi menjadi sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies unik ini (IDN Times, 2025).
Penutup
Kucing merah Kalimantan adalah kekayaan alam Indonesia yang unik dan rentan punah. Memahami ciri fisik, habitat, perilaku, dan ancaman yang mereka hadapi penting untuk mendukung upaya pelestarian spesies ini.
Jangan lewatkan berita menarik lainnya seputar satwa dan lingkungan hanya di Garap Media. Terus ikuti informasi terbaru agar lebih peduli terhadap konservasi satwa Indonesia.
Referensi:
- IDN Times. (2025). 5 Fakta Menarik Kucing Merah Kalimantan: Hewan Liar Endemik yang Hampir Punah. Retrieved from https://www.idntimes.com/science/discovery/5-fakta-menarik-kucing-merah-kalimantan-hewan-liar-endemik-yang-hampir-punah-01-c5lpk-wldp8b
- Wikipedia. Kucing Merah. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_merah
