Burung Sikatan Aceh (Cyornis Ruckii) – Salah satu spesies burung paling misterius di Indonesia. Termasuk dalam famili Muscicapidae, burung ini merupakan spesies endemik Sumatra yang hingga kini masih menyimpan banyak teka-teki. Penampilannya menawan dengan bulu biru berkilau pada jantan dan warna merah bata pada betina, namun sangat sedikit orang yang pernah melihatnya secara langsung.
Selama hampir satu abad, burung ini tidak pernah ditemukan kembali sejak pertama kali dikoleksi pada tahun 1917 dan 1918. Fakta ini membuatnya masuk dalam daftar burung paling langka di Indonesia. Berikut adalah lima fakta menarik tentang burung sikatan aceh yang perlu kamu tahu.
1. Burung Sikatan Aceh Pernah Dianggap Punah
Burung sikatan atau dikenal juga dengan nama Rueck’s Blue-flycatcher, pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama August van Heijst di Delitua (Kabupaten Deli Serdang) pada tahun 1917 dan di Tuntungan (kini bagian dari Kota Medan) pada tahun 1918. Setelah itu, burung ini tidak pernah lagi dijumpai di alam liar.
Karena tidak pernah ditemukan kembali selama hampir seratus tahun, IUCN Red List mengategorikannya sebagai Critically Endangered (Kritis), atau sangat terancam punah. Fakta ini menjadikan burung sikatan aceh sebagai salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia (Alamendah, 2011).
2. Asal Nama yang Masih Menjadi Misteri
Meski disebut “Sikatan Aceh”, burung ini justru ditemukan di wilayah Sumatera Utara, bukan di Aceh. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peneliti mengenai asal-usul penamaannya. Diduga, nama “Aceh” digunakan karena dugaan awal bahwa burung ini berasal dari wilayah utara Pulau Sumatra.
Dalam bahasa Inggris, burung ini dikenal sebagai Rueck’s Blue-flycatcher atau Rueck’s Niltava, sedangkan nama ilmiahnya adalah Cyornis ruckii. Hingga kini, alasan pasti di balik penamaan “Sikatan Aceh” masih belum terungkap secara jelas (Alamendah, 2011).
3. Ciri Fisik yang Menarik dan Unik
Burung sikatan aceh berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 17 cm. Warna bulunya khas dan berbeda antara jantan, betina, serta remaja:
- Jantan: kepala, tenggorokan, dan dada biru; tunggir dan penutup ekor atas biru berkilau. Warna lebih gelap dibanding sikatan biru muda, dengan paruh yang lebih besar.
- Betina: tubuh bagian atas cokelat-merah bata, tunggir dan ekor merah bata, serta dada merah karat yang memudar ke putih di bagian perut.
- Remaja: tubuh atas coklat berbintik kuning tua, tubuh bawah bersisik hitam keputihan, dengan dada merah bata dan lingkar mata jelas.
Penampilannya yang mirip dengan beberapa jenis sikatan lain, seperti Cyornis hainana dari Tiongkok dan Indocina, membuat identifikasinya di lapangan sangat sulit (Alamendah, 2011; Wikipedia).
4. Habitat Alaminya di Hutan Sekunder Dataran Rendah
Burung sikatan aceh diperkirakan hidup di hutan sekunder dataran rendah di wilayah Sumatra. Burung ini termasuk pemakan serangga (insektivora) yang menangkap mangsanya di udara, seperti jenis sikatan lainnya.
Sayangnya, informasi tentang perilaku, pola kawin, dan suara kicauannya masih belum diketahui. Habitatnya yang terancam oleh deforestasi dan pembukaan lahan menyebabkan spesies ini semakin sulit dijumpai di alam liar. Beberapa spesimen burung ini bahkan kini hanya tersisa di museum Paris dan Leiden (Alamendah, 2011; Wikipedia).
5. Burung Paling Misterius di Dunia Ornitologi Indonesia
Hingga kini, burung sikatan aceh tetap menjadi salah satu burung paling misterius di dunia ornitologi Indonesia. Meski tidak pernah ditemukan kembali, IUCN dan BirdLife International belum menyatakannya punah. Bahkan, CITES masih mencantumkannya dalam Apendiks II, yang berarti perdagangannya tetap diawasi secara ketat.
Misteri tidak berhenti sampai di situ. Burung ini juga menimbulkan tanda tanya di kalangan ilmuwan karena penamaannya yang tidak sesuai lokasi penemuan. Fakta-fakta ini menjadikan burung sikatan aceh sebagai simbol misteri yang masih menyelimuti keanekaragaman hayati Indonesia (Alamendah, 2011).
Baca juga: 5 Fakta Menarik tentang Burung Maleo yang Perlu Kamu Tahu
Penutup
Burung sikatan aceh adalah simbol keunikan dan misteri alam Indonesia. Ditemukan lebih dari seabad lalu namun tak pernah lagi terlihat, burung ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Tanah Air. Upaya penelitian lebih lanjut diharapkan bisa mengungkap keberadaan dan perilaku burung langka ini di masa depan.
Untuk kamu yang tertarik dengan satwa langka dan endemik Indonesia lainnya, jangan lewatkan berbagai berita menarik lainnya di Garap Media. Banyak kisah inspiratif tentang keindahan dan misteri alam Nusantara yang menunggu untuk kamu baca.
Referensi:
- Alamendah. (2011). Burung Sikatan Aceh (Cyornis ruckii), Burung Misterius. Retrieved from https://alamendah.org/2011/03/11/burung-sikatan-aceh-cyornis-ruckii-burung-misterius/
- Wikipedia. Sikatan aceh. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Sikatan_aceh
