21 Musisi Ini Kompak Mundur dari Pestapora 2025
Festival musik besar selalu ditunggu-tunggu sebagai ajang hiburan sekaligus pesta pora bagi pecinta musik tanah air. Namun, kabar mengejutkan datang dari Pestapora 2025. Sebanyak 21 musisi dan band mendadak memutuskan untuk mundur dari line-up. Keputusan itu bukan tanpa alasan, melainkan bentuk sikap penolakan terhadap sponsor utama acara, yakni PT Freeport Indonesia, yang menuai kontroversi terkait isu lingkungan dan sosial.
Keputusan kolektif ini menuai sorotan publik. Banyak yang memuji keberanian para musisi untuk memegang teguh prinsip, meski harus mengorbankan kesempatan tampil di salah satu panggung musik terbesar tahun ini.
Latar Belakang Kontroversi
Pestapora 2025 awalnya digadang-gadang menjadi perayaan musik tahunan yang meriah, menghadirkan ratusan musisi lintas genre. Namun, setelah diumumkan bahwa PT Freeport Indonesia menjadi sponsor utama, muncul gelombang kritik. Freeport dianggap memiliki rekam jejak yang tidak sejalan dengan nilai sebagian musisi, terutama terkait isu lingkungan dan hak masyarakat lokal.
Situasi ini memicu banyak musisi mempertimbangkan ulang partisipasi mereka. Hasilnya, 21 nama besar akhirnya memilih mundur.
Daftar 21 Musisi yang Mundur
Berikut adalah daftar lengkap musisi dan band yang resmi menyatakan mundur dari Pestapora 2025:
- Sukatani
- Hindia
- Banda Neira
- .Feast
- Petra Sihombing
- Bilal Indrajaya
- Danilla Riyadi
- Sal Priadi
- Nadin Amizah
- Ardhito Pramono
- Kunto Aji
- Barasuara
- Fourtwnty
- Mocca
- Efek Rumah Kaca
- Stars and Rabbit
- Tulus
- Pamungkas
- Raisa
- Isyana Sarasvati
- Rebellion Rose
Nama-nama ini mencakup deretan artis indie, pop, hingga musisi besar dengan basis penggemar luas. Kehadiran mereka jelas menjadi daya tarik utama festival, sehingga keputusan mundur memberi dampak besar pada atmosfer Pestapora tahun ini.
Alasan Utama di Balik Keputusan
Ada beberapa faktor yang membuat mereka sepakat menarik diri:
- Ketidakselarasan nilai: Banyak musisi merasa dukungan dari Freeport bertolak belakang dengan prinsip mereka.
- Sikap solidaritas: Beberapa artis menyebut mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan musisi yang lebih dulu menarik diri.
- Konsistensi citra: Mereka ingin menjaga integritas di mata penggemar, karena publik kini lebih kritis terhadap keterlibatan artis dalam acara bersponsor kontroversial.
Sikap Tegas Rebellion Rose
Di antara yang mundur, Rebellion Rose menonjol dengan sikap paling vokal. Band punk asal Yogyakarta ini tak hanya mengumumkan mundur, tetapi juga mengembalikan 100% honor manggung. Bahkan, mereka sempat naik panggung untuk berorasi, menyampaikan alasan mereka menolak tampil di acara bersponsor Freeport. Tindakan ini mendapat sorakan dukungan dari penonton yang mengapresiasi keberanian mereka.
Respon Publik dan Penyelenggara
Publik menilai langkah mundur ini sebagai sinyal positif bahwa artis tak sekadar mencari popularitas, tetapi juga menjaga prinsip. Di media sosial, tagar terkait Pestapora sempat menjadi trending dengan perdebatan panjang.
Sementara itu, pihak penyelenggara mengaku menghormati keputusan para musisi. Namun, mereka tetap berusaha melanjutkan acara dengan line-up yang tersisa dan menyatakan sponsor tidak akan memengaruhi kualitas pertunjukan.
Mundur massal 21 musisi dari Pestapora 2025 menegaskan bahwa dunia hiburan tidak hanya soal panggung dan sorotan lampu. Ada nilai, sikap, dan integritas yang tetap dijaga meski berhadapan dengan konsekuensi besar. Langkah ini memberi pesan kuat bagi industri hiburan Indonesia: musik bisa menjadi alat perlawanan, bukan hanya hiburan.
Untuk mengikuti kabar hiburan dan dinamika musik tanah air lainnya, terus baca berita terkini hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
