10 Kg Emas Hasina Disita Skandal Terungkap!

Last Updated: 27 November 2025, 17:25

Bagikan:

Penyitaan hampir 10 kg emas yang dikaitkan dengan mantan PM Hasina kembali memicu sorotan publik terhadap transparansi kekuasaan. Sumber gambar: Al Jazeera
Table of Contents

10 Kg Emas Hasina Disita Skandal Terungkap!

Otoritas anti‑korupsi Bangladesh mengumumkan penyitaan hampir 10 kilogram emas dari loker bank yang terkait dengan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Penemuan itu membuka kembali perdebatan soal pelaporan hadiah resmi (toshakhana) dan kewajiban pajak pejabat negara. (The Daily Star, 2025)

Langkah pembukaan loker yang sebelumnya disita ini merupakan bagian dari pemeriksaan ulang kekayaan yang dilakukan oleh National Board of Revenue (NBR) dan Anti‑Corruption Commission (ACC). Temuan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan lanjutan. (Dawn, 2025)

Mengungkap Temuan: Emas Hasina

Detail Penyitaan dan Isi Loker

Penyidik melaporkan bahwa dari dua loker di Agrani Bank ditemukan sekitar 832 bhori, setara 9.707 gram (hampir 9,7 kg) sering dilaporkan sebagai “sekitar 10 kg” emas dalam pemberitaan internasional. Barang yang ditemukan meliputi batangan, perhiasan, dan koin. (The Daily Star, 2025; Dawn, 2025)

Siapa Pemilik Sebenarnya?

ACC menyatakan dokumen menunjukkan sebagian emas terkait tidak hanya atas nama Hasina sendiri, tetapi juga tercatat atas nama anggota keluarga. Hal ini memicu pemeriksaan lebih mendetail untuk menentukan kepemilikan dan apakah hadiah resmi telah diserahkan sesuai aturan Toshakhana. (The Daily Star, 2025)

Reaksi Resmi dan Langkah Hukum

Pejabat NBR dan CIC (Central Intelligence Cell) mengatakan pembukaan loker dilakukan setelah memperoleh izin pengadilan dan termasuk bagian dari audit pajak dan penyelidikan korupsi. Hasil penyidikan awal akan menentukan apakah ada pelanggaran pajak atau aturan penyetoran hadiah. (Dawn, 2025)

Implikasi Politik dan Hukum

Dampak Politik Domestik

Kasus ini berpotensi memperdalam polarisasi politik di Bangladesh, mengingat Hasina adalah mantan pemimpin tingkat tinggi. Penemuan aset yang diduga tidak dilaporkan bisa memicu protes dan tuntutan hukum lebih luas dari pihak berwenang saat ini. (Arab News, 2025)

Potensi Tuntutan Hukum dan Keuangan

Jika penyelidikan menemukan bahwa hadiah resmi tidak disetorkan ke Toshakhana atau nilai aset tidak dilaporkan pada pajak, pihak berwenang dapat mengenakan sanksi administratif dan pidana. Langkah selanjutnya termasuk audit aset dan kemungkinan tuntutan pidana bila ada bukti penyalahgunaan jabatan. (Dawn, 2025)

Apa yang Harus Diperhatikan Publik?

  1. Verifikasi Kepemilikan: ACC akan memeriksa dokumen kepemilikan untuk setiap item emas.
  2. Laporan Pajak: Apakah nilai aset sudah dilaporkan dalam laporan kekayaan dan pajak Hasina?
  3. Toshakhana: Apakah prosedur penyerahan hadiah resmi ke kas negara sudah dipenuhi?

Langkah‑langkah ini akan menentukan apakah temuan tersebut berujung pada penyitaan permanen, denda, atau proses pidana. (Dawn, 2025)

Kasus penyitaan hampir 10 kg emas di loker yang terkait dengan mantan PM Hasina menyoroti betapa pentingnya transparansi pejabat publik dalam hal asset dan hadiah resmi. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil audit dan penyelidikan ACC dan NBR.

Untuk informasi perkembangan kasus ini dan berita terkait politik Asia Selatan lainnya, kunjungi terus Garap Media.

Jangan lupa juga membaca artikel‑artikel lain di Garap Media untuk pemahaman yang lebih luas tentang isu korupsi dan akuntabilitas pejabat publik.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /